Pages

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 April 2013

Putri Tidur


Latar belakangnya adalah
Langit biru yang terbentang luas di sebelah barat
Dia tertidur di tanah menyedekapkan tangan
Dengan kaki tertanam abadi di tanah
Walaupun langit kan mengelap
Hujan turun, serta badai mengamuk
Dia kan tetap berbaring disana
Walaupun bumi  bergoncang hebat
Merobohkan segala yang ada
Dia kan tetap diam, tak bergerak
Walapun air bah menyapu daratan
Dia akan tetap tinggal
Dia tak punya mata untuk melihat
Dia tak punya hidung sebagai penciumannya
Dia tak punya mulut untuk membicarakan segalanya
Dia hanya punya raga dalam siluet nyatanya
Dan aku juga tak yakin, apakah alam memberikan sebagian jiwanya ?
Putri akan terus tertidur
Akan terus seperti itu
Jika ia terbangun
Aku tak tahu apa artinya itu
Mungkin kemudian aku yang ganti tertidur


Selasa, 16 Oktober 2012

Rain Poem #2


Angin tak bersuara
Tak ingin mengusik ketenangan
Matahari enggan bersinar, tersembunyi di latar belakang
Bumi terdiam
Sabar menunggu yang akan datang
Menunggu takdir mempersuakan dengan rerintikan hujan
Hingga mereka sempurna bertautan
Terbalut dalam kesempurnaan rindu lama
Membawa perbedaan sesaat
Mengikis  tanah –tanah daratan
Berbaur dalam gelombang lautan
Tinggalkan riak samar di permukaan
Bergulir di atas lapisan talas
Hujan, engkaulah suatu nikmat Tuhan
Yang turun dari angkasa
dipertemukan oleh semesta
menyatu dalam kesatuan

Kamis, 11 Oktober 2012

Rain Poem


di dalam khayalku aku bertanya kepada hujan
"hujan, apakah kau bisa ?
apakah kau bisa melakukan sesuatu pada diriku ?
jika aku menggenggam setiap bulirmu, apakah aku bisa melepas masa lalu ?
jika kau menumpahkan dirimu kepadaku, apakah kau bisa mengikis hatiku ?
mengikisnya seperti batu yang kukuh
hatiku telah membatu, hujan

tapi aku tak yakin, hujan
kau bisa menghanyutkan segalanya
termasuk segala emosiku ini
air mataku saja tak pernah mampu

hujan, kau malah makin membuatnya semakin nyata
semakin membuatnya segalanya meluap
tak bisa dibendung lagi"

di luar sana, hujan di awal oktober
terus saja terjun ke bumi
di dalam sini, sekelumit rasa
terus saja menghujam, mencabik - cabik

Rabu, 04 Juli 2012

Sahabat



Berawal dari sebuah perkenalan
Yang tak kan pernah terlupakan
Terkadang persamaan membuat kita dekat
Tetapi perbedaan membuat lebih indah


Sahabat,
Aku bisa menjadi apa adanya di depan dirimu
Aku begitu munafik di depan orang – orang itu
Tapi topengku akan terlepas di hadapanmu
Aku terlihat kuat di luar sana
Tapi kelemahanku terlihat jelas di matamu


Sahabat,
Aku sudah tak tahan dengan hidupku
Dunia tak pernah adil kepadaku
Aku terjatuh, terjerembak ke dalam lubang
Dan aku tak punya daya untuk bangkit


Sahabat,
Tetapi Tuhan selalu adil
Aku yakin itu
Karena Tuhan mengirimkan dirimu kepadaku
Untuk memberi uluran tangan
Memberi dahan pohon untuk aku gapai
Dan kembali bangkit


Sahabat,
Aku sedang jatuh cinta
Awalnya memang indah
Aku dibawanya melintasi angkasa
Melayang – layang gembira
Di lingkupi cahaya bintang dikala rindu menerpa


Sahabat,
Tetapi itu hanyalah kamuflase cinta
Cinta ini semu, cinta ini palsu
Dia membawa pisau tajam jika kau semakin mengenalnya
Aku bermuram durja setiap saat
Aku dirundung rindu setiap malam
Langit menjadi kelabu
Matahari tak lagi sama di mataku


Sahabat,
Kau kah itu ?
Yang membawaku kembali ke angkasa
Yang membangunkan kembali matahari pagi
Kau kah itu ?
Yang menampung hal kelam dari diriku
Yang mengiringiku di cerahnya hariku
Pasti itu dirimu, sahabat


Sahabat,
Jika kita harus berpisah
Jika suatu hari kita tak lagi sama
Terserah apa maumu
Aku terima segala keputusanmu
Jika kau lupa kita pernah bersahabat
Itu tak kan pernah kupermasalahkan
Aku hanya akan diam
Membuatmu tetap bahagia, dengan senyuman
Menyimpan segala momen persahabatan kita
Karena telah ada tempat untukmu di dalam hati, selamanya


Persahabatan tak kenal perpisahan
Persahabatan tak kan lekang di makan zaman
Persahabatan akan selalu abadi
Di dalam hati

untuk semua teman, sahabat, yang datang silih berganti, aku mencintai kalian semua :)

Selasa, 03 Juli 2012

Angin Senja


Langit sore ini indah
Dihiasi sulur – sulur awan
Bagaikan ekor – ekor rubah
Ditemani bulan yang tampak sempurna
Putih pucat, berkamuflase di antara awan


Sesekali layang – layang mengudara
Ditarik ulur oleh anak – anak
Dipermainkan angin senja
Meliuk – liuk di angkasa


Daun – daun trembesi kering berguguran
Di hempaskan angin senja
Keemasan disinari cahaya surya
Yang akan kembali keperaduan


Sore ini indah
Melihat rumput – rumput yang bergoyang
Diiringi petikan senar gitar
Berlatar belakang hijaunya persawahan


Memejamkan mata rasakan dinginnya udara
Di bawah bayang – bayang matahari terbenam
Mengembangkan senyum bahagia
Di temani semilir angin senja



Senin, 04 Juni 2012

Tak Sama


Sebenarnya aku tak mau lagi mengakuinya
Tetapi, waktulah yang memaksaku
Hatiku  yang menuntunku
Tulisanku yang mulai menceritakanmu
Pikiranku yang telah terkontaminasi dirimu
Setiap sudut pikiran ini
Telah terselipi sebagian dari dirimu
Bahkan, bisa saja seluruhnya dari dirimu


Aku menulis
Dan aku ingat dirimu yang juga suka menulis
Aku ingat dirimulah yang membuatku saat ini bisa menulis
Kau membagi tulisanku kepadaku
Tetapi, itu hanya sekali
Yang pertama dan terakhir


Aku membaca
Dan aku ingat dirimu yang juga suka membaca
Tak pernah terbayangkan dirimu ternyata seorang yang cinta buku
Bahkan bacaanmu lebih baik daripada bahan – bahan bacaanku
Dan aku ingin membaca apa yang telah kau baca


Aku rindu
Dan aku juga tahu kau juga sedang rindu
Tetapi ini berbeda, takkan pernah sama
Kau merindukannya
Yang tak pernah kuketahui siapa
Yang selalu membuatku penasaran setiap malam
Tak bisa tertahankan


Aku melihat bulan
Dan aku tahu kau selalu mengagumi bulan
Kau selalu suka melihat langit malam
Tetapi, ini berbeda
Kau selalu suka bulan dimalam hari
Tetapi,diriku selalu mencari – cari bulan sepanjang hari
Yang samar – samar terlihat
Terkalahkan sinar mentari


Aku takkan lupa
Dan aku tau kau juga takkan lupa
Segala tentang kita dimasa lalu
Segala obrolan kita yang membuat candu
Dan segala canda tawa kita yang malu – malu


Aku menjauh
Dan aku tahu kau juga menjauh
Tetapi, kau menjauh dengan berlari
Dan diriku menjauh dengan tertatih – tatih


Aku masih seperti dulu
Tetapi, aku tahu kau tak lagi seperti dulu
Waktu telah merubah segalanya
Keadaan telah bosan untuk menjadi sama

Jumat, 04 Mei 2012

Terima Kasih, Ayah


Terima kasih,
Sebuah kata, yang mengungkapkan segalanya
Bahkan aku yakin masih belum cukup
Untuk membalas semua yang pernah engkau lakukan
Selama engkau masih hidup
Dan untuk selamanya hingga akhir hidup kita


Terima kasih, Ayah
Kau mendampingi ibu
Sehingga ibu kuat melahirkanku ke dunia ini
Kau tersenyum dikala aku menangis
Membisikkan beningnya suara adzan disampingku
Dan memberi  sebuah nama yang indah untuk diriku


Terima kasih, Ayah
Kau selalu mengulurkan tanganmu
Disaat aku berjalan dan terjatuh
Kau selalu mengusap air mataku
Dikala aku merengek – rengek kepadamu
Dan kau selalu mengendongku dalam dekapan dirimu
Hanya untuk membuatku tertidur


Terima kasih, Ayah
Kau yang dulu mengajariku dengan keras
Sehingga sekarang aku menjadi kuat
Kau yang selalu memberi petunjuk hidup
Sehingga aku tak pernah tersesat
Kau yang tak banyak bicara
Agar aku bisa memikirkannya
Dan kau yang selalu bisa melakukan apa saja
Agar aku lebih bisa melakukan segalanya
Seperti dirimu


Terima kasih, Ayah
Walaupun kau tak pernah menyadarinya
Tak pernah mengetahuinya
Kau adalah orang yang paling berpengaruh dalam hidupku
Kaulah orang yang membuatku banyak bermimpi
Kaulah orang yang selalu membuat jiwaku berkobar
Penuh dengan semangat
Untuk mengapai segala impian


Ayah,
Kau lelaki paling hebat dalam hidupku
Takkan ada yang dapat menggantikan dirimu
Kau akan ada dalam hatiku
Menjadi orang tercinta, terhebat dalam hidupku
Terima kasih, Ayah


Dari putrimu ini, yang belum bisa membuat dirimu bangga, yang masih selalu membuatmu susah, dan masih selalu tak pernah bisa dewasa
Dari putrimu ini, yang selalu mendoakan untukmu. Semoga kau panjang umur, sehat selalu, dan diberi kemudahan dalam hidup. Selamat Ulang Tahun, Ayah. Terima kasih untuk segalanya
Dari putrimu :)

Kamis, 19 April 2012

Hanya UntukMu

Di awal kelahiranku

Kuucapkan kalimat itu

Kuucapkan janji suci itu

Kuberjanji sampai mati kepadaNya

Dengan mengucap dua kalimat syahadat

Di alam bawah sadarku maupun di bawah sadarku


Di awal langkah kehidupanku

Ku berniat hanya untukNya

Setiap langkah kaki

Berharap selalu ada di jalan yang lurus

Jalan menuju Tuhan Semesta Alam

Tak lupa pula

Mengharap ridho dariNya

Di setiap waktu


Di setiap sujudku

Hanya sujud kepada diriMu

Sang Pemberi Kehidupan dalam jiwaku

Kuserahkan diriku

Kurendahkan diriku

dihadapanMu Yang Maha Agung


Di setiap dzikir – dzikirku

Aku ikut memuji kebesaranMu

Bersama angin yang berhembus

Bersama matahari yang terbit

Bersama rumput – rumput yang bergoyang

Bersama dinginnya udara


Aku mohon ampun padaMu

Atas segala dosa yang tak terkira

Yang aku lakukan setiap detiknya

Aku bersyukur padaMu

Atas segala nikmat yang melimpah

Yang kau berikan padaku

Tak terbatas, tak terhitung jumlahnya


Dan akan nikmat yang paling indah ini

Yang menjadi penyejuk keringnya jiwa

Obat sakitnya hati

Penjernih keruhnya pikiran

Penunjuk jalan kebenaran

Alhamdullilah kuucapkan kepadaMu

Ya Allah,,,

Atas nikmat islamku ini

Atas nikmat imanku ini

Yang terkadang masih terombang – ambing

Oleh ombak dilautan dunia yang kejam


Ku berjanji padaMu, Ya Allah

Akan selalu kujaga keyakinan ini

Akan selalu kutiti jalan kebenaran ini

Hanya untuk kembali lagi kepadaMu

Tempat segalanya akan kembali

Minggu, 01 April 2012

Bintang Hati

Kuputar kembali lagu tentangmu

Yang mampu menghadirkan bayangan fana dirimu

Yang tak lagi berjiwa dalam diriku

Karena diriku telah merelakanmu pergi

Menghilang bersama hembusan angin malam

Terhanyut jauh bersama derasnya hujan


Engkau yang dulu pernah membawa angin rindu

Disetiap malam yang sunyi dan sendu

Masuk dan berputar – putar dalam labirin hati

Akhirnya berhasil keluar

Menemukan sebuah pintu

Menutupnya dan meninggalkannya pergi

Tetapi tetap meninggalkan jejak

Yang tercetak jelas, tanpa bisa kuhapus dengan mudah

Kecuali aku hilang ingatan


Dalam panorama langit malam, bertabur bintang

Bintang yang paling terang mulai meredup

Hanya tinggal setitik kecil cahaya, terabaikan

Tak lagi menjadi pusat keindahan

Hanya dianggap pernah ada dimasa lalu

Itulah dirimu


Tergantikan bintang baru yang lebih indah

Dengan sinarnya yang menyilaukan

Berkelip – kelip menggoda

Bagai menawarkan harapan baru

Tetapi, apalah artinya jika semua bintang seperti dirimu

Hanya menawarkan keindahan sesaat

Dan menghilang setelahnya


Aku ingin bintang yang paling bersinar

Tak pernah meredup dimakan kegelapan

Memberikan kehangatan dan hidup

Untuk diriku dan sekelilingku

Seperti matahari

Untuk menjadi bintang hati

Rabu, 21 Maret 2012

Tulisan ini

Tulisan ini

Ditulis dengan jari seorang manusia

Yang berlari – lari liar seenaknya

Berasal dari pemikiran seorang manusia

Yang tak berpikir panjang

Mengeluarkannya seenak jidatnya

Yang terlintas dalam pikiran

Tak pernah dipikirkannya ulang

Seperti filter rusak yang meloloskan segala yang ada


Tulisan ini

Ditulis dengan perasaan seorang manusia

Yang tercampur dengan emosi yang tak pernah padam

Perasaan yang selalu terabaikan

Tak pernah tersampaikan

Dan perasaan yang tak pernah menuntut balas

Perasaan yang hanya bisa berharap

Tapi hanyalah sebuah harapan kosong

Tanpa wujud yang begitu nyata


Tulisan ini

Hanyalah sebuah gema dalam pikiran

Sebuah angin – anginan tak diundang

Lewat begitu saja

Tanpa mau tau keadaan

Tanpa mau kembali jika terlupakan

Dan tak pernah tersampaikan dengan tepat

Tak tersampaikan dengan indah

Tak pernah berasa istimewa

Hanya sebuah tulisan biasa

Yang sulit dijelaskan


Tetapi, tulisan ini

Adalah jiwa seorang manusia

Memori hidup seorang manusia

Yang tak pernah bisa mengungkapkannya di lisan

Hanya bisa tertulis dalam untaian kata

Yang terkadang tetap masih tak bisa dimengerti juga

Kamis, 08 Maret 2012

Tersenyumlah

Tersenyumlah..

Pagi akan menyambutmu dengan ceria

Mataharikan menyinarimu dengan kehangatannya

Burung – burung berkicau ribut terdengar riang

Anginkan membelaimu dengan kesejukkan


Tersenyumlah..

Setiap langkah kaki akan terasa ringan

Penglihatanmu akan menemukan keindahan

Nyanyian alam memanjakan pendengaran

Bersenandung lemah mengiringi dirimu


Tersenyumlah..

Setiap masalah akan sesaat terlupakan

Walaupun kepala akan meledak

Sakit hati perlahan – lahan temukan obatnya

Walaupun hati telah tersayat – sayat dalam


Tersenyumlah..

Untuknya yang melukai

Untuknya yang kau lukai

Untuknya yang kau benci

Dan untuknya yang kau cintai


Tersenyumlah..

Saat bahagiamu dan sedihmu

Saat kebangkitanmu dan keterpurukanmu

Saat jatuh cinta dan patah hatimu

Tetaplah kembangkan senyummu

Dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati

Rabu, 07 Maret 2012

Berlari

Matahari bersinar dibalik awan

Menyongsong langkah kaki yang telah mulai melangkah

Tanah basah karena awan yang menumpahkan tangis

Seketika kering tak berbekas

Udara pagi dingin menusuk kulit

Dilapisi kabut tipis yang menghalangi pandangan


Langkah kakinya tak pernah berhenti

Lama kelamaan malah semakin mantap

Terus berlari tanpa belas kasihan

Padahal peluh sudah membanjiri raga

Nafas naik turun tak karuan

Kaki lelah tak ingin lagi melangkah


Tetapi apa daya seluruh raga

Jika sang pemiliknya masih belum menghendaki

Terus berlari dan berlari

Pikiran memang keras kepala

Tetap ingin melangkah tak kenal lelah

Padahal sudah tahu bahwa badan tak kuat


Tetapi jika pikiran tak keras kepala

Bagaimana jiwa dan raga akan kuat

Jiwa akan melayang – layang bebas

Dan raga lemah tak berdaya


Dibawah semangat nan mengebu –gebu

Sang pelari terus melaju

Menembus waktu, melampaui batas

Meninggalkan masa lalu, menyongsong masa depan

Hingga akhir batas terlihat di depan mata

Dirimu, yang Kukagumi

Dari balik mataku selalu ada dirimu

Dari mata turun ke hati

Tetapi ini bukan cinta

Aneh bukan ??

Ini hanya rasa kagum semata

Yang takkan berubah lebih dari itu


Aku tak tau sejak kapan aku kagum padamu

Dari balik lensa mataku

Kulihat kau seorang sosok yang membuatku kagum

Dirimu pemimpin yang bekerja keras

Yang selalu bertanggung jawab


Tetapi disisi lain kau tetaplah manusia biasa

Yang tak luput dari kekurangan

Dari balik dedaunan

Di pingir lapangan

Aku melintas bagaikan angin yang berhembus samar

Tanpa sengaja melihat dirimu yang menjadi objek perhatianku

Kuhentikan langkah kaki sejenak

Melihat dirimu yang melempar bola lonjong itu

Bola melayang ke seberang lainnya

Dan akan mendarat kembali di tanganmu

Aku tersenyum melihatmu bermain di lapangan

Tanpa ku tak tau sebabnya dengan pasti


Kuharap kau akan menjadi penyejuk hati yang gersang ini

Menjadi hujan di tengah kemarau panjang

Genangan oasis di tengah padang

Menjadi penghalang ombak di pesisir pantai


Ketika pikiranku menjadi alpa

Terkadang terbersit dirimu yang berjarak beberapa kelas dari tempatku

Dan menjadi objek tulisanku

Seperti saat ini

Dan kuharap kau akan lebih sering menjadi tulisanku

Agar aku tak terbelenggu

Dalam monotonnya tulisanku

Jumat, 02 Maret 2012

Ditengah Keterbatasan

Tuhan,

Kau memberikan kami kehidupan

Kami yang menjalani segalanya

Tetapi diriMu lah yang menentukan segalanya

Untuk apa sebenarnya kehidupan kami ini

Untuk apa sebenarnya segala cobaan ini

Yang tak henti – hentinya mendera kepada para hambaMu

Yang tak berdaya ditengah keterbatasan yang dimiliki

Tuhan,

Aku teriris melihat mereka, sekaligus kagum dalam satu waktu

Melihat mereka yang terjebak keterpurukan ekonomi

Yang mencekik di tengah kehidupan yang telah begitu terhimpit

Tetapi mereka tetap berani bermimpi ditengah keterbatasan ekonomi

Mimpi mereka menjadi sebuah semangat tersendiri

Untuk keluar dari belenggu yang terus membayangi

Untuk mengubah takdir dari bawah menuju ke atas

Tuhan,

Aku ikut menderita merasakan sakitnya

Mereka yang harus kau beri penyakit

Yang bersarang dalam tubuh yang tak pernah mereka inginkan

Harus rela menerima rasa perih setiap saat

Tak pernah bisa membagi rasa sakit mereka pada sekitarnya

Dan selalu tabah merasakannya

Tetapi, semangat mereka sungguh luar biasa

Ditengah keterbatasan fisik

Malah merekalah yang lebih mengerti bagaimana makna hidup yang sebenarnya

Merekalah yang tau bagaimana memanfaatkan hidup dengan sebaik – baiknya

Karena mereka tau hidup mereka tak sebentar

Dan tak ada lagi yang lebih penting daripada hidup mereka

Tuhan,

Jika aku melihat, membaca, mempelajari segala problematika hidup

Di dunia ini

Aku bersyukur kepadaMu

Memberiku kehidupan yang lebih dari layak

Memberikan tubuh yang sehat dengan sedikit keterbatasan

Tetapi,aku tau Tuhan

Tak ada manusia yang tak memiliki keterbatasan

Tak ada manusia yang selamanya menderita dan selamanya bahagia

Hidup ini bagaikan pegunungan yang harus didaki

Jika kami daki terus menerus, puncaknya akan kami raih

Tetapi terkadang kami lupa setelah puncak masih ada lembah

Yang dapat menjatuhkan kapanpun kami lengah

Aku takjub pada mereka, Ya Allah

Dengan semangat mereka

Dengan kesabaran, ketabahan, dan kegigihan mereka

Ditengah keterbatasan

Diriku saja yang tidak ditengah keterbatasan seperti mereka

Masih tak bisa memanfaatkan kehidupan ini

Jadi, Ya Allah

Berilah aku segala sesuatu yang baik bagiku

Berilah aku jalan untuk mimpi – mimpiku

Dan berilah aku petunjuk untuk menuju kehadapanMu

Ditengah keterbatasan yang tak terelakkan ini


Rabu, 22 Februari 2012

Sendiri dalam Malam

Dingin udara mulai menusuk

Semilir angin lembut mulai membelaiku

Gelapnya langit malam tetap menjadi pemandangan paling indah

Yang diciptakanNya

Bertabur bintang, diterangi sinar bulan

Senandung alam mengalun merdu ditengah sunyinya suasana

Khitmat dan penuh perasaan

Rasa takut terkadang menyusup dalam pikiran

Tetapi, tak terasa begitu menakutkan karena kehadiranNya

Yang selalu ada dimanapun kita berada

Mata ini mulai tak kuat lagi bertahan untuk terbuka

Kubaringkan jiwa dan raga dalam peristirahatan

Tak lupa kupanjatkan doa sebelum menutup mata

Semoga terlindung dari segala hal

Dan mimpi – mimpi buruk yang tak kuinginkan

Perlahan – lahan kesadaran mulai sirna

Dan menuju kealam bawah sadar

Selasa, 21 Februari 2012

Tak Semestinya

Sepertinya lukaku semakin parah

kembali terasa sakit seperti dulu

Mengiris – iris hati hingga rasanya pilu

Aku tak tau sebenarnya apa yang membuatku seperti ini

Hanya melihat namamu saja rasanya sudah membuat jantung meledak

Mulut diam seribu bahasa

Pikiran kosong tak berdaya

Hanya bisa mengagumi semua yang ada didepan mata

Aku mengakui ini memang tak benar

Benar – benar salah

Tak seharusnya hatiku seperti ini

Karena hati hanyalah milik Sang Pencipta

Sang Penguasa hati manusia

Hanya Dialah yang membolak – balikan hati manusia

Tak pantas diriku untuk merasa seperti ini karena dirimu

Dan tak pantas pula dirimu membuatku seperti ini

Ya, Tuhan

Mohon ampunilah hambamu ini

Seorang hamba yang memiliki hati yang rapuh

Dan masih sering melupakanMu

Senin, 20 Februari 2012

Hujan

Hari ini hujan sangat deras.

Aku duduk dekat jendela dan menatap kosong pada lebatnya hujan.

Entah mengapa hujanpun tak bisa mengalihkan pikiranku darimu.

Setiap tetes air seperti menyiratkan perasaan rindu ini.

Setiap hembus angin menambah perihnya hati ini.

Ohhh,,, sebenarnya apakah yang terjadi padaku ?

sebuah pepatah mengatakan

“Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan.

Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan.

Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat”.

Tapi mengapa semua yang kurasakan adalah kebalikannya ?

lalu apalah artinya semua ini ?

Tetapi sepertinya aku tau sekarang.

Cinta memang terkadang melemahkan kita, tetapi bukan itulah yang kita lihat dari cinta,

yaitu bagaimana kita menjadi kuat setelah kita lemah oleh cinta.

Selasa, 14 Februari 2012

You Make Me Confused

Kau yang misterius

Siapakah dia yang kau temui kemarin ?

Siapa yang membuat statusmu begitu galau ?

Apakah benar dia ada disekolahku ?

Tapi mengapa aku tak pernah terpikir siapapun ?

Kau bilang kamu tiap minggu datang kesekolahku ?

Tapi mengapa aku tak pernah melihatmu ?

Apakah ini hanya kesalahpahaman belaka ?

Aku jadi bingung memikirkannya

Siapa dia yang tak menganggapmu

Yang membuatmu jatuh hati sejak pertama bertemu

Dan juga membuatmu patah hati akhir – akhir ini

Apakah kau tahu

Aku mati penasaran sekarang

Tak tau apa yang harus aku lakukan

Apakah aku harus melupakanmu ?

Pindah ke lain hati ?

Aku juga sepertimu

Mencintai seseorang sejak lama

Dan mendapatkan patah hati yang juga tak sebentar

Walaupun aku hanya jatuh cinta kepadamu 2 tahun

Tapi sepertinya aku tak bisa harus melupakan semua ini sekarang

Jadi tolong beri aku waktu

Suatu hari mungkin aku akan mendapatkan yang terbaik

Kamu yang anti pacaran,

Aku suka prinsipmu

Kata – katamu yang polos

Mengatakan bahwa “ jika boleh pacaran mungkin sekarang pacarku udah banyak ^^v “

Mungkin kira – kira seperti itu

Aku tersenyum membacanya

Tersenyum dikejauhan

Tanpa pernah kau tahu

Kita mungkin sama di banyak hal

Tapi tak mungkin kau akan menyadarinya

Malang, 14 Februari 2012

Selasa, 07 Februari 2012

Bait Rindu

Malam semakin larut

Kesunyian semakin menjadi – jadi

Sesuatu tiba – tiba menyusup dalam dinginnya malam

Tanpa bisa dihentikan lagi

Kerinduan ini tak terbendung lagi sekarang, kawan

Ingin selalu mengingat segalanya

Hari – hari kita dulu yang begitu indah

Dan telah terukir dalam memori – memori waktu yang tak mungkin terulang lagi

Hey, teman

Kau yang selalu memanggilku lumba – lumba

Dan hanya kau yang memanggilku seperti itu

Aku yang selalu memanggilmu sapi

Dan selau memperdebatkan sapi dan lumba – lumba

Dulu, tiap hari kita bertemu

Tiap hari kita tertawa bersama

Menangis bersama dan menghapusnya bersama

Tak pernah kulupakan akan persahabatan kita

Karena kaulah satu – satunya yang selalu ada untuk aku

Hey, teman

Yang ku kenal secara tiba – tiba

Dan menjadi akrab secara tiba – tiba

Kau selalu membuatku tertawa

Kau selalu membuatku nyaman

Kau yang terkadang selalu terkena pukulan mautku

Tetapi tak pernah mengeluh akan hal itu

Kau yang selalu berbagi denganku

Dan kau yang selalu memikirkan semuanya secara dewasa

Hey, teman

Kau penuh semangat

Semangatmu juga menular pada orang sekitarmu

Kamu yang tak pernah marah

Dan selalu membantu semua kesusahan

Yang mengajariku merajut

Yang juga selalu mengagumi keindahan alam ini

Dan mengabadikan semua kenangan kita dalam lensa kameramu

Hey, teman

Kau tuan penyair

Yang dulu tak pernah ku anggap

Yang dulu sering mengirimiku pesan

Membuatku tidak tidur hanya karena menunggu balasan pesanmu

Yang membuatku disangka orang gila

Karena semua tentangmu selalu membuatku tersenyum

Yang selalu memenuhi ruang rinduku

Dan memenuhi hari – hari ku dengan bait rindumu

Ku berharap teman,

Kita tak berakhir disini

Kita tak berakhir begitu saja

Walaupun kita jauh disana, tetapi kan tetap akan dihati

Kuberharap teman,

Kita diberi kesempatan bertemu lagi

Melepas rindu, dan mengulang semua memori

Yang pernah terukir indah dalam lembaran hidup

Untuk semua teman – teman lamaku :

Inas, yang selalu bersemangat dalam segala hal. Memberikan inspirasi bagi setiap orang. Rani, teman sebangkuku yang unyuuu banget. Hehe. bisa buat aku ketawa ngakak. Dan yang manggil aku lumba – lumba (hanya kamu yang seperti itu ), piepin, yang dulu kita belajar bareng, les bareng, makan bareng, ngujub bareng #ehhh. Tak pukul barang. Haha. Nabila, maafkan saya karena terlalu sering memukulmu dulu. Saya temanmu yang jahat. Hehe. arifa, teman sebangku saya yang pinter, rajin, punya cita – cita tinggi. Salut deh J. Dan untuk tuan penyair, you make me crazy. Huft. Aku tak tau kapan akan dapat melupakanmu. Tapi yang jelas terima kasih telah membuat aku senyum, jadi ceritaku, penginspirasiku, and everything. ingin rasanya mengulang masa - masa indah itu teman :) dan semua teman saya yang tak bisa saya sebutkan satu – satu. I miss u all :*.

Kamis, 26 Januari 2012

Jatuh Cinta itu....

Jatuh cinta itu begitu saja

Pertemuan kita begitu singkat

Tetapi kenangan yang membekas begitu mendalam

Waktu adalah saksi yang terus berjalan

Dan mengetahui bagaimana hati berubah dan takkan pernah sama


Jatuh cinta itu tak masuk akal

Dia tidak begitu tampan

Dia tidak terlalu pintar

Dia tidak sangatlah hebat

Tetapi kau tetap menyukainya

Pikiran dan hatimu akan selalu bertentangan

Tetapi terkadang untuk urusan yang satu ini

Hati akan selalu menang


Jatuh cinta itu menyangkut perasaan

bukan logika

cinta bukanlah rumus matematika

yang kau akan tau itu benar atau salah

kau akan bingung jika memikirkan

benarkah ini maupun salahkah ini

bahkan terkadang kau tak bisa membedakan benar dan salah

itu akan terasa benar jika perasaanmu menjadi tenang

dan kau akan merasa ada yang salah jika kau selalu gelisah


Jatuh cinta itu emosi sesaat

Kau menangis padahal dia tak melihatmu menangis

Kau marah saat dia tak pernah bermaksud membuatmu marah

Apakah kau tak berpikir itu semua sia – sia ?

Emosi yang hanya akan memperkeruh pikiran

Dan hanya akan menambah luka

Kau akan menyadarinya bahwa itu benar – benar

Sia – sia belaka


Tetapi,

Jatuh cinta itu sebuah kehidupan

Kau bersemangat hanya karena melihatnya

Kau tersenyum dengan mendengar suaranya

Detak jantungmu melonjak senang saat bersamanya

Hari – harimu akan selalu berwarna

Tak pernah menjadi hitam putih tanpa makna


Malang, 26 Januari 2012

tiww :)

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 April 2013

Putri Tidur


Latar belakangnya adalah
Langit biru yang terbentang luas di sebelah barat
Dia tertidur di tanah menyedekapkan tangan
Dengan kaki tertanam abadi di tanah
Walaupun langit kan mengelap
Hujan turun, serta badai mengamuk
Dia kan tetap berbaring disana
Walaupun bumi  bergoncang hebat
Merobohkan segala yang ada
Dia kan tetap diam, tak bergerak
Walapun air bah menyapu daratan
Dia akan tetap tinggal
Dia tak punya mata untuk melihat
Dia tak punya hidung sebagai penciumannya
Dia tak punya mulut untuk membicarakan segalanya
Dia hanya punya raga dalam siluet nyatanya
Dan aku juga tak yakin, apakah alam memberikan sebagian jiwanya ?
Putri akan terus tertidur
Akan terus seperti itu
Jika ia terbangun
Aku tak tahu apa artinya itu
Mungkin kemudian aku yang ganti tertidur


Selasa, 16 Oktober 2012

Rain Poem #2


Angin tak bersuara
Tak ingin mengusik ketenangan
Matahari enggan bersinar, tersembunyi di latar belakang
Bumi terdiam
Sabar menunggu yang akan datang
Menunggu takdir mempersuakan dengan rerintikan hujan
Hingga mereka sempurna bertautan
Terbalut dalam kesempurnaan rindu lama
Membawa perbedaan sesaat
Mengikis  tanah –tanah daratan
Berbaur dalam gelombang lautan
Tinggalkan riak samar di permukaan
Bergulir di atas lapisan talas
Hujan, engkaulah suatu nikmat Tuhan
Yang turun dari angkasa
dipertemukan oleh semesta
menyatu dalam kesatuan

Kamis, 11 Oktober 2012

Rain Poem


di dalam khayalku aku bertanya kepada hujan
"hujan, apakah kau bisa ?
apakah kau bisa melakukan sesuatu pada diriku ?
jika aku menggenggam setiap bulirmu, apakah aku bisa melepas masa lalu ?
jika kau menumpahkan dirimu kepadaku, apakah kau bisa mengikis hatiku ?
mengikisnya seperti batu yang kukuh
hatiku telah membatu, hujan

tapi aku tak yakin, hujan
kau bisa menghanyutkan segalanya
termasuk segala emosiku ini
air mataku saja tak pernah mampu

hujan, kau malah makin membuatnya semakin nyata
semakin membuatnya segalanya meluap
tak bisa dibendung lagi"

di luar sana, hujan di awal oktober
terus saja terjun ke bumi
di dalam sini, sekelumit rasa
terus saja menghujam, mencabik - cabik

Rabu, 04 Juli 2012

Sahabat



Berawal dari sebuah perkenalan
Yang tak kan pernah terlupakan
Terkadang persamaan membuat kita dekat
Tetapi perbedaan membuat lebih indah


Sahabat,
Aku bisa menjadi apa adanya di depan dirimu
Aku begitu munafik di depan orang – orang itu
Tapi topengku akan terlepas di hadapanmu
Aku terlihat kuat di luar sana
Tapi kelemahanku terlihat jelas di matamu


Sahabat,
Aku sudah tak tahan dengan hidupku
Dunia tak pernah adil kepadaku
Aku terjatuh, terjerembak ke dalam lubang
Dan aku tak punya daya untuk bangkit


Sahabat,
Tetapi Tuhan selalu adil
Aku yakin itu
Karena Tuhan mengirimkan dirimu kepadaku
Untuk memberi uluran tangan
Memberi dahan pohon untuk aku gapai
Dan kembali bangkit


Sahabat,
Aku sedang jatuh cinta
Awalnya memang indah
Aku dibawanya melintasi angkasa
Melayang – layang gembira
Di lingkupi cahaya bintang dikala rindu menerpa


Sahabat,
Tetapi itu hanyalah kamuflase cinta
Cinta ini semu, cinta ini palsu
Dia membawa pisau tajam jika kau semakin mengenalnya
Aku bermuram durja setiap saat
Aku dirundung rindu setiap malam
Langit menjadi kelabu
Matahari tak lagi sama di mataku


Sahabat,
Kau kah itu ?
Yang membawaku kembali ke angkasa
Yang membangunkan kembali matahari pagi
Kau kah itu ?
Yang menampung hal kelam dari diriku
Yang mengiringiku di cerahnya hariku
Pasti itu dirimu, sahabat


Sahabat,
Jika kita harus berpisah
Jika suatu hari kita tak lagi sama
Terserah apa maumu
Aku terima segala keputusanmu
Jika kau lupa kita pernah bersahabat
Itu tak kan pernah kupermasalahkan
Aku hanya akan diam
Membuatmu tetap bahagia, dengan senyuman
Menyimpan segala momen persahabatan kita
Karena telah ada tempat untukmu di dalam hati, selamanya


Persahabatan tak kenal perpisahan
Persahabatan tak kan lekang di makan zaman
Persahabatan akan selalu abadi
Di dalam hati

untuk semua teman, sahabat, yang datang silih berganti, aku mencintai kalian semua :)

Selasa, 03 Juli 2012

Angin Senja


Langit sore ini indah
Dihiasi sulur – sulur awan
Bagaikan ekor – ekor rubah
Ditemani bulan yang tampak sempurna
Putih pucat, berkamuflase di antara awan


Sesekali layang – layang mengudara
Ditarik ulur oleh anak – anak
Dipermainkan angin senja
Meliuk – liuk di angkasa


Daun – daun trembesi kering berguguran
Di hempaskan angin senja
Keemasan disinari cahaya surya
Yang akan kembali keperaduan


Sore ini indah
Melihat rumput – rumput yang bergoyang
Diiringi petikan senar gitar
Berlatar belakang hijaunya persawahan


Memejamkan mata rasakan dinginnya udara
Di bawah bayang – bayang matahari terbenam
Mengembangkan senyum bahagia
Di temani semilir angin senja



Senin, 04 Juni 2012

Tak Sama


Sebenarnya aku tak mau lagi mengakuinya
Tetapi, waktulah yang memaksaku
Hatiku  yang menuntunku
Tulisanku yang mulai menceritakanmu
Pikiranku yang telah terkontaminasi dirimu
Setiap sudut pikiran ini
Telah terselipi sebagian dari dirimu
Bahkan, bisa saja seluruhnya dari dirimu


Aku menulis
Dan aku ingat dirimu yang juga suka menulis
Aku ingat dirimulah yang membuatku saat ini bisa menulis
Kau membagi tulisanku kepadaku
Tetapi, itu hanya sekali
Yang pertama dan terakhir


Aku membaca
Dan aku ingat dirimu yang juga suka membaca
Tak pernah terbayangkan dirimu ternyata seorang yang cinta buku
Bahkan bacaanmu lebih baik daripada bahan – bahan bacaanku
Dan aku ingin membaca apa yang telah kau baca


Aku rindu
Dan aku juga tahu kau juga sedang rindu
Tetapi ini berbeda, takkan pernah sama
Kau merindukannya
Yang tak pernah kuketahui siapa
Yang selalu membuatku penasaran setiap malam
Tak bisa tertahankan


Aku melihat bulan
Dan aku tahu kau selalu mengagumi bulan
Kau selalu suka melihat langit malam
Tetapi, ini berbeda
Kau selalu suka bulan dimalam hari
Tetapi,diriku selalu mencari – cari bulan sepanjang hari
Yang samar – samar terlihat
Terkalahkan sinar mentari


Aku takkan lupa
Dan aku tau kau juga takkan lupa
Segala tentang kita dimasa lalu
Segala obrolan kita yang membuat candu
Dan segala canda tawa kita yang malu – malu


Aku menjauh
Dan aku tahu kau juga menjauh
Tetapi, kau menjauh dengan berlari
Dan diriku menjauh dengan tertatih – tatih


Aku masih seperti dulu
Tetapi, aku tahu kau tak lagi seperti dulu
Waktu telah merubah segalanya
Keadaan telah bosan untuk menjadi sama

Jumat, 04 Mei 2012

Terima Kasih, Ayah


Terima kasih,
Sebuah kata, yang mengungkapkan segalanya
Bahkan aku yakin masih belum cukup
Untuk membalas semua yang pernah engkau lakukan
Selama engkau masih hidup
Dan untuk selamanya hingga akhir hidup kita


Terima kasih, Ayah
Kau mendampingi ibu
Sehingga ibu kuat melahirkanku ke dunia ini
Kau tersenyum dikala aku menangis
Membisikkan beningnya suara adzan disampingku
Dan memberi  sebuah nama yang indah untuk diriku


Terima kasih, Ayah
Kau selalu mengulurkan tanganmu
Disaat aku berjalan dan terjatuh
Kau selalu mengusap air mataku
Dikala aku merengek – rengek kepadamu
Dan kau selalu mengendongku dalam dekapan dirimu
Hanya untuk membuatku tertidur


Terima kasih, Ayah
Kau yang dulu mengajariku dengan keras
Sehingga sekarang aku menjadi kuat
Kau yang selalu memberi petunjuk hidup
Sehingga aku tak pernah tersesat
Kau yang tak banyak bicara
Agar aku bisa memikirkannya
Dan kau yang selalu bisa melakukan apa saja
Agar aku lebih bisa melakukan segalanya
Seperti dirimu


Terima kasih, Ayah
Walaupun kau tak pernah menyadarinya
Tak pernah mengetahuinya
Kau adalah orang yang paling berpengaruh dalam hidupku
Kaulah orang yang membuatku banyak bermimpi
Kaulah orang yang selalu membuat jiwaku berkobar
Penuh dengan semangat
Untuk mengapai segala impian


Ayah,
Kau lelaki paling hebat dalam hidupku
Takkan ada yang dapat menggantikan dirimu
Kau akan ada dalam hatiku
Menjadi orang tercinta, terhebat dalam hidupku
Terima kasih, Ayah


Dari putrimu ini, yang belum bisa membuat dirimu bangga, yang masih selalu membuatmu susah, dan masih selalu tak pernah bisa dewasa
Dari putrimu ini, yang selalu mendoakan untukmu. Semoga kau panjang umur, sehat selalu, dan diberi kemudahan dalam hidup. Selamat Ulang Tahun, Ayah. Terima kasih untuk segalanya
Dari putrimu :)

Kamis, 19 April 2012

Hanya UntukMu

Di awal kelahiranku

Kuucapkan kalimat itu

Kuucapkan janji suci itu

Kuberjanji sampai mati kepadaNya

Dengan mengucap dua kalimat syahadat

Di alam bawah sadarku maupun di bawah sadarku


Di awal langkah kehidupanku

Ku berniat hanya untukNya

Setiap langkah kaki

Berharap selalu ada di jalan yang lurus

Jalan menuju Tuhan Semesta Alam

Tak lupa pula

Mengharap ridho dariNya

Di setiap waktu


Di setiap sujudku

Hanya sujud kepada diriMu

Sang Pemberi Kehidupan dalam jiwaku

Kuserahkan diriku

Kurendahkan diriku

dihadapanMu Yang Maha Agung


Di setiap dzikir – dzikirku

Aku ikut memuji kebesaranMu

Bersama angin yang berhembus

Bersama matahari yang terbit

Bersama rumput – rumput yang bergoyang

Bersama dinginnya udara


Aku mohon ampun padaMu

Atas segala dosa yang tak terkira

Yang aku lakukan setiap detiknya

Aku bersyukur padaMu

Atas segala nikmat yang melimpah

Yang kau berikan padaku

Tak terbatas, tak terhitung jumlahnya


Dan akan nikmat yang paling indah ini

Yang menjadi penyejuk keringnya jiwa

Obat sakitnya hati

Penjernih keruhnya pikiran

Penunjuk jalan kebenaran

Alhamdullilah kuucapkan kepadaMu

Ya Allah,,,

Atas nikmat islamku ini

Atas nikmat imanku ini

Yang terkadang masih terombang – ambing

Oleh ombak dilautan dunia yang kejam


Ku berjanji padaMu, Ya Allah

Akan selalu kujaga keyakinan ini

Akan selalu kutiti jalan kebenaran ini

Hanya untuk kembali lagi kepadaMu

Tempat segalanya akan kembali

Minggu, 01 April 2012

Bintang Hati

Kuputar kembali lagu tentangmu

Yang mampu menghadirkan bayangan fana dirimu

Yang tak lagi berjiwa dalam diriku

Karena diriku telah merelakanmu pergi

Menghilang bersama hembusan angin malam

Terhanyut jauh bersama derasnya hujan


Engkau yang dulu pernah membawa angin rindu

Disetiap malam yang sunyi dan sendu

Masuk dan berputar – putar dalam labirin hati

Akhirnya berhasil keluar

Menemukan sebuah pintu

Menutupnya dan meninggalkannya pergi

Tetapi tetap meninggalkan jejak

Yang tercetak jelas, tanpa bisa kuhapus dengan mudah

Kecuali aku hilang ingatan


Dalam panorama langit malam, bertabur bintang

Bintang yang paling terang mulai meredup

Hanya tinggal setitik kecil cahaya, terabaikan

Tak lagi menjadi pusat keindahan

Hanya dianggap pernah ada dimasa lalu

Itulah dirimu


Tergantikan bintang baru yang lebih indah

Dengan sinarnya yang menyilaukan

Berkelip – kelip menggoda

Bagai menawarkan harapan baru

Tetapi, apalah artinya jika semua bintang seperti dirimu

Hanya menawarkan keindahan sesaat

Dan menghilang setelahnya


Aku ingin bintang yang paling bersinar

Tak pernah meredup dimakan kegelapan

Memberikan kehangatan dan hidup

Untuk diriku dan sekelilingku

Seperti matahari

Untuk menjadi bintang hati

Rabu, 21 Maret 2012

Tulisan ini

Tulisan ini

Ditulis dengan jari seorang manusia

Yang berlari – lari liar seenaknya

Berasal dari pemikiran seorang manusia

Yang tak berpikir panjang

Mengeluarkannya seenak jidatnya

Yang terlintas dalam pikiran

Tak pernah dipikirkannya ulang

Seperti filter rusak yang meloloskan segala yang ada


Tulisan ini

Ditulis dengan perasaan seorang manusia

Yang tercampur dengan emosi yang tak pernah padam

Perasaan yang selalu terabaikan

Tak pernah tersampaikan

Dan perasaan yang tak pernah menuntut balas

Perasaan yang hanya bisa berharap

Tapi hanyalah sebuah harapan kosong

Tanpa wujud yang begitu nyata


Tulisan ini

Hanyalah sebuah gema dalam pikiran

Sebuah angin – anginan tak diundang

Lewat begitu saja

Tanpa mau tau keadaan

Tanpa mau kembali jika terlupakan

Dan tak pernah tersampaikan dengan tepat

Tak tersampaikan dengan indah

Tak pernah berasa istimewa

Hanya sebuah tulisan biasa

Yang sulit dijelaskan


Tetapi, tulisan ini

Adalah jiwa seorang manusia

Memori hidup seorang manusia

Yang tak pernah bisa mengungkapkannya di lisan

Hanya bisa tertulis dalam untaian kata

Yang terkadang tetap masih tak bisa dimengerti juga

Kamis, 08 Maret 2012

Tersenyumlah

Tersenyumlah..

Pagi akan menyambutmu dengan ceria

Mataharikan menyinarimu dengan kehangatannya

Burung – burung berkicau ribut terdengar riang

Anginkan membelaimu dengan kesejukkan


Tersenyumlah..

Setiap langkah kaki akan terasa ringan

Penglihatanmu akan menemukan keindahan

Nyanyian alam memanjakan pendengaran

Bersenandung lemah mengiringi dirimu


Tersenyumlah..

Setiap masalah akan sesaat terlupakan

Walaupun kepala akan meledak

Sakit hati perlahan – lahan temukan obatnya

Walaupun hati telah tersayat – sayat dalam


Tersenyumlah..

Untuknya yang melukai

Untuknya yang kau lukai

Untuknya yang kau benci

Dan untuknya yang kau cintai


Tersenyumlah..

Saat bahagiamu dan sedihmu

Saat kebangkitanmu dan keterpurukanmu

Saat jatuh cinta dan patah hatimu

Tetaplah kembangkan senyummu

Dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati

Rabu, 07 Maret 2012

Berlari

Matahari bersinar dibalik awan

Menyongsong langkah kaki yang telah mulai melangkah

Tanah basah karena awan yang menumpahkan tangis

Seketika kering tak berbekas

Udara pagi dingin menusuk kulit

Dilapisi kabut tipis yang menghalangi pandangan


Langkah kakinya tak pernah berhenti

Lama kelamaan malah semakin mantap

Terus berlari tanpa belas kasihan

Padahal peluh sudah membanjiri raga

Nafas naik turun tak karuan

Kaki lelah tak ingin lagi melangkah


Tetapi apa daya seluruh raga

Jika sang pemiliknya masih belum menghendaki

Terus berlari dan berlari

Pikiran memang keras kepala

Tetap ingin melangkah tak kenal lelah

Padahal sudah tahu bahwa badan tak kuat


Tetapi jika pikiran tak keras kepala

Bagaimana jiwa dan raga akan kuat

Jiwa akan melayang – layang bebas

Dan raga lemah tak berdaya


Dibawah semangat nan mengebu –gebu

Sang pelari terus melaju

Menembus waktu, melampaui batas

Meninggalkan masa lalu, menyongsong masa depan

Hingga akhir batas terlihat di depan mata

Dirimu, yang Kukagumi

Dari balik mataku selalu ada dirimu

Dari mata turun ke hati

Tetapi ini bukan cinta

Aneh bukan ??

Ini hanya rasa kagum semata

Yang takkan berubah lebih dari itu


Aku tak tau sejak kapan aku kagum padamu

Dari balik lensa mataku

Kulihat kau seorang sosok yang membuatku kagum

Dirimu pemimpin yang bekerja keras

Yang selalu bertanggung jawab


Tetapi disisi lain kau tetaplah manusia biasa

Yang tak luput dari kekurangan

Dari balik dedaunan

Di pingir lapangan

Aku melintas bagaikan angin yang berhembus samar

Tanpa sengaja melihat dirimu yang menjadi objek perhatianku

Kuhentikan langkah kaki sejenak

Melihat dirimu yang melempar bola lonjong itu

Bola melayang ke seberang lainnya

Dan akan mendarat kembali di tanganmu

Aku tersenyum melihatmu bermain di lapangan

Tanpa ku tak tau sebabnya dengan pasti


Kuharap kau akan menjadi penyejuk hati yang gersang ini

Menjadi hujan di tengah kemarau panjang

Genangan oasis di tengah padang

Menjadi penghalang ombak di pesisir pantai


Ketika pikiranku menjadi alpa

Terkadang terbersit dirimu yang berjarak beberapa kelas dari tempatku

Dan menjadi objek tulisanku

Seperti saat ini

Dan kuharap kau akan lebih sering menjadi tulisanku

Agar aku tak terbelenggu

Dalam monotonnya tulisanku

Jumat, 02 Maret 2012

Ditengah Keterbatasan

Tuhan,

Kau memberikan kami kehidupan

Kami yang menjalani segalanya

Tetapi diriMu lah yang menentukan segalanya

Untuk apa sebenarnya kehidupan kami ini

Untuk apa sebenarnya segala cobaan ini

Yang tak henti – hentinya mendera kepada para hambaMu

Yang tak berdaya ditengah keterbatasan yang dimiliki

Tuhan,

Aku teriris melihat mereka, sekaligus kagum dalam satu waktu

Melihat mereka yang terjebak keterpurukan ekonomi

Yang mencekik di tengah kehidupan yang telah begitu terhimpit

Tetapi mereka tetap berani bermimpi ditengah keterbatasan ekonomi

Mimpi mereka menjadi sebuah semangat tersendiri

Untuk keluar dari belenggu yang terus membayangi

Untuk mengubah takdir dari bawah menuju ke atas

Tuhan,

Aku ikut menderita merasakan sakitnya

Mereka yang harus kau beri penyakit

Yang bersarang dalam tubuh yang tak pernah mereka inginkan

Harus rela menerima rasa perih setiap saat

Tak pernah bisa membagi rasa sakit mereka pada sekitarnya

Dan selalu tabah merasakannya

Tetapi, semangat mereka sungguh luar biasa

Ditengah keterbatasan fisik

Malah merekalah yang lebih mengerti bagaimana makna hidup yang sebenarnya

Merekalah yang tau bagaimana memanfaatkan hidup dengan sebaik – baiknya

Karena mereka tau hidup mereka tak sebentar

Dan tak ada lagi yang lebih penting daripada hidup mereka

Tuhan,

Jika aku melihat, membaca, mempelajari segala problematika hidup

Di dunia ini

Aku bersyukur kepadaMu

Memberiku kehidupan yang lebih dari layak

Memberikan tubuh yang sehat dengan sedikit keterbatasan

Tetapi,aku tau Tuhan

Tak ada manusia yang tak memiliki keterbatasan

Tak ada manusia yang selamanya menderita dan selamanya bahagia

Hidup ini bagaikan pegunungan yang harus didaki

Jika kami daki terus menerus, puncaknya akan kami raih

Tetapi terkadang kami lupa setelah puncak masih ada lembah

Yang dapat menjatuhkan kapanpun kami lengah

Aku takjub pada mereka, Ya Allah

Dengan semangat mereka

Dengan kesabaran, ketabahan, dan kegigihan mereka

Ditengah keterbatasan

Diriku saja yang tidak ditengah keterbatasan seperti mereka

Masih tak bisa memanfaatkan kehidupan ini

Jadi, Ya Allah

Berilah aku segala sesuatu yang baik bagiku

Berilah aku jalan untuk mimpi – mimpiku

Dan berilah aku petunjuk untuk menuju kehadapanMu

Ditengah keterbatasan yang tak terelakkan ini


Rabu, 22 Februari 2012

Sendiri dalam Malam

Dingin udara mulai menusuk

Semilir angin lembut mulai membelaiku

Gelapnya langit malam tetap menjadi pemandangan paling indah

Yang diciptakanNya

Bertabur bintang, diterangi sinar bulan

Senandung alam mengalun merdu ditengah sunyinya suasana

Khitmat dan penuh perasaan

Rasa takut terkadang menyusup dalam pikiran

Tetapi, tak terasa begitu menakutkan karena kehadiranNya

Yang selalu ada dimanapun kita berada

Mata ini mulai tak kuat lagi bertahan untuk terbuka

Kubaringkan jiwa dan raga dalam peristirahatan

Tak lupa kupanjatkan doa sebelum menutup mata

Semoga terlindung dari segala hal

Dan mimpi – mimpi buruk yang tak kuinginkan

Perlahan – lahan kesadaran mulai sirna

Dan menuju kealam bawah sadar

Selasa, 21 Februari 2012

Tak Semestinya

Sepertinya lukaku semakin parah

kembali terasa sakit seperti dulu

Mengiris – iris hati hingga rasanya pilu

Aku tak tau sebenarnya apa yang membuatku seperti ini

Hanya melihat namamu saja rasanya sudah membuat jantung meledak

Mulut diam seribu bahasa

Pikiran kosong tak berdaya

Hanya bisa mengagumi semua yang ada didepan mata

Aku mengakui ini memang tak benar

Benar – benar salah

Tak seharusnya hatiku seperti ini

Karena hati hanyalah milik Sang Pencipta

Sang Penguasa hati manusia

Hanya Dialah yang membolak – balikan hati manusia

Tak pantas diriku untuk merasa seperti ini karena dirimu

Dan tak pantas pula dirimu membuatku seperti ini

Ya, Tuhan

Mohon ampunilah hambamu ini

Seorang hamba yang memiliki hati yang rapuh

Dan masih sering melupakanMu

Senin, 20 Februari 2012

Hujan

Hari ini hujan sangat deras.

Aku duduk dekat jendela dan menatap kosong pada lebatnya hujan.

Entah mengapa hujanpun tak bisa mengalihkan pikiranku darimu.

Setiap tetes air seperti menyiratkan perasaan rindu ini.

Setiap hembus angin menambah perihnya hati ini.

Ohhh,,, sebenarnya apakah yang terjadi padaku ?

sebuah pepatah mengatakan

“Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan.

Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan.

Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat”.

Tapi mengapa semua yang kurasakan adalah kebalikannya ?

lalu apalah artinya semua ini ?

Tetapi sepertinya aku tau sekarang.

Cinta memang terkadang melemahkan kita, tetapi bukan itulah yang kita lihat dari cinta,

yaitu bagaimana kita menjadi kuat setelah kita lemah oleh cinta.

Selasa, 14 Februari 2012

You Make Me Confused

Kau yang misterius

Siapakah dia yang kau temui kemarin ?

Siapa yang membuat statusmu begitu galau ?

Apakah benar dia ada disekolahku ?

Tapi mengapa aku tak pernah terpikir siapapun ?

Kau bilang kamu tiap minggu datang kesekolahku ?

Tapi mengapa aku tak pernah melihatmu ?

Apakah ini hanya kesalahpahaman belaka ?

Aku jadi bingung memikirkannya

Siapa dia yang tak menganggapmu

Yang membuatmu jatuh hati sejak pertama bertemu

Dan juga membuatmu patah hati akhir – akhir ini

Apakah kau tahu

Aku mati penasaran sekarang

Tak tau apa yang harus aku lakukan

Apakah aku harus melupakanmu ?

Pindah ke lain hati ?

Aku juga sepertimu

Mencintai seseorang sejak lama

Dan mendapatkan patah hati yang juga tak sebentar

Walaupun aku hanya jatuh cinta kepadamu 2 tahun

Tapi sepertinya aku tak bisa harus melupakan semua ini sekarang

Jadi tolong beri aku waktu

Suatu hari mungkin aku akan mendapatkan yang terbaik

Kamu yang anti pacaran,

Aku suka prinsipmu

Kata – katamu yang polos

Mengatakan bahwa “ jika boleh pacaran mungkin sekarang pacarku udah banyak ^^v “

Mungkin kira – kira seperti itu

Aku tersenyum membacanya

Tersenyum dikejauhan

Tanpa pernah kau tahu

Kita mungkin sama di banyak hal

Tapi tak mungkin kau akan menyadarinya

Malang, 14 Februari 2012

Selasa, 07 Februari 2012

Bait Rindu

Malam semakin larut

Kesunyian semakin menjadi – jadi

Sesuatu tiba – tiba menyusup dalam dinginnya malam

Tanpa bisa dihentikan lagi

Kerinduan ini tak terbendung lagi sekarang, kawan

Ingin selalu mengingat segalanya

Hari – hari kita dulu yang begitu indah

Dan telah terukir dalam memori – memori waktu yang tak mungkin terulang lagi

Hey, teman

Kau yang selalu memanggilku lumba – lumba

Dan hanya kau yang memanggilku seperti itu

Aku yang selalu memanggilmu sapi

Dan selau memperdebatkan sapi dan lumba – lumba

Dulu, tiap hari kita bertemu

Tiap hari kita tertawa bersama

Menangis bersama dan menghapusnya bersama

Tak pernah kulupakan akan persahabatan kita

Karena kaulah satu – satunya yang selalu ada untuk aku

Hey, teman

Yang ku kenal secara tiba – tiba

Dan menjadi akrab secara tiba – tiba

Kau selalu membuatku tertawa

Kau selalu membuatku nyaman

Kau yang terkadang selalu terkena pukulan mautku

Tetapi tak pernah mengeluh akan hal itu

Kau yang selalu berbagi denganku

Dan kau yang selalu memikirkan semuanya secara dewasa

Hey, teman

Kau penuh semangat

Semangatmu juga menular pada orang sekitarmu

Kamu yang tak pernah marah

Dan selalu membantu semua kesusahan

Yang mengajariku merajut

Yang juga selalu mengagumi keindahan alam ini

Dan mengabadikan semua kenangan kita dalam lensa kameramu

Hey, teman

Kau tuan penyair

Yang dulu tak pernah ku anggap

Yang dulu sering mengirimiku pesan

Membuatku tidak tidur hanya karena menunggu balasan pesanmu

Yang membuatku disangka orang gila

Karena semua tentangmu selalu membuatku tersenyum

Yang selalu memenuhi ruang rinduku

Dan memenuhi hari – hari ku dengan bait rindumu

Ku berharap teman,

Kita tak berakhir disini

Kita tak berakhir begitu saja

Walaupun kita jauh disana, tetapi kan tetap akan dihati

Kuberharap teman,

Kita diberi kesempatan bertemu lagi

Melepas rindu, dan mengulang semua memori

Yang pernah terukir indah dalam lembaran hidup

Untuk semua teman – teman lamaku :

Inas, yang selalu bersemangat dalam segala hal. Memberikan inspirasi bagi setiap orang. Rani, teman sebangkuku yang unyuuu banget. Hehe. bisa buat aku ketawa ngakak. Dan yang manggil aku lumba – lumba (hanya kamu yang seperti itu ), piepin, yang dulu kita belajar bareng, les bareng, makan bareng, ngujub bareng #ehhh. Tak pukul barang. Haha. Nabila, maafkan saya karena terlalu sering memukulmu dulu. Saya temanmu yang jahat. Hehe. arifa, teman sebangku saya yang pinter, rajin, punya cita – cita tinggi. Salut deh J. Dan untuk tuan penyair, you make me crazy. Huft. Aku tak tau kapan akan dapat melupakanmu. Tapi yang jelas terima kasih telah membuat aku senyum, jadi ceritaku, penginspirasiku, and everything. ingin rasanya mengulang masa - masa indah itu teman :) dan semua teman saya yang tak bisa saya sebutkan satu – satu. I miss u all :*.

Kamis, 26 Januari 2012

Jatuh Cinta itu....

Jatuh cinta itu begitu saja

Pertemuan kita begitu singkat

Tetapi kenangan yang membekas begitu mendalam

Waktu adalah saksi yang terus berjalan

Dan mengetahui bagaimana hati berubah dan takkan pernah sama


Jatuh cinta itu tak masuk akal

Dia tidak begitu tampan

Dia tidak terlalu pintar

Dia tidak sangatlah hebat

Tetapi kau tetap menyukainya

Pikiran dan hatimu akan selalu bertentangan

Tetapi terkadang untuk urusan yang satu ini

Hati akan selalu menang


Jatuh cinta itu menyangkut perasaan

bukan logika

cinta bukanlah rumus matematika

yang kau akan tau itu benar atau salah

kau akan bingung jika memikirkan

benarkah ini maupun salahkah ini

bahkan terkadang kau tak bisa membedakan benar dan salah

itu akan terasa benar jika perasaanmu menjadi tenang

dan kau akan merasa ada yang salah jika kau selalu gelisah


Jatuh cinta itu emosi sesaat

Kau menangis padahal dia tak melihatmu menangis

Kau marah saat dia tak pernah bermaksud membuatmu marah

Apakah kau tak berpikir itu semua sia – sia ?

Emosi yang hanya akan memperkeruh pikiran

Dan hanya akan menambah luka

Kau akan menyadarinya bahwa itu benar – benar

Sia – sia belaka


Tetapi,

Jatuh cinta itu sebuah kehidupan

Kau bersemangat hanya karena melihatnya

Kau tersenyum dengan mendengar suaranya

Detak jantungmu melonjak senang saat bersamanya

Hari – harimu akan selalu berwarna

Tak pernah menjadi hitam putih tanpa makna


Malang, 26 Januari 2012

tiww :)