Selasa, 16 Oktober 2012

Rain Poem #2


Angin tak bersuara
Tak ingin mengusik ketenangan
Matahari enggan bersinar, tersembunyi di latar belakang
Bumi terdiam
Sabar menunggu yang akan datang
Menunggu takdir mempersuakan dengan rerintikan hujan
Hingga mereka sempurna bertautan
Terbalut dalam kesempurnaan rindu lama
Membawa perbedaan sesaat
Mengikis  tanah –tanah daratan
Berbaur dalam gelombang lautan
Tinggalkan riak samar di permukaan
Bergulir di atas lapisan talas
Hujan, engkaulah suatu nikmat Tuhan
Yang turun dari angkasa
dipertemukan oleh semesta
menyatu dalam kesatuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selasa, 16 Oktober 2012

Rain Poem #2


Angin tak bersuara
Tak ingin mengusik ketenangan
Matahari enggan bersinar, tersembunyi di latar belakang
Bumi terdiam
Sabar menunggu yang akan datang
Menunggu takdir mempersuakan dengan rerintikan hujan
Hingga mereka sempurna bertautan
Terbalut dalam kesempurnaan rindu lama
Membawa perbedaan sesaat
Mengikis  tanah –tanah daratan
Berbaur dalam gelombang lautan
Tinggalkan riak samar di permukaan
Bergulir di atas lapisan talas
Hujan, engkaulah suatu nikmat Tuhan
Yang turun dari angkasa
dipertemukan oleh semesta
menyatu dalam kesatuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar