Rabu, 27 Februari 2013

Flash Back

Hari ini aku berjalan kaki pulang kerumah. Melewati hamparan sawah yang masih tersisa disekitar bangunan   rumah - rumah yang masih bisa dibilang baru. Walaupun lelah aku rasakan, dan perut mulai meminta haknya, terkadang aku suka berjalan jika pulang ke rumah. Dengan berjalan terkadang inspirasi mengalir begitu saja dengan melihat alam sekitar. Panas matahari terkadang terabaikan dengan adanya hembusan angin alam persawahan. Hari ini aku melintasi sungai seperti biasanya. Aromanya tiba - tiba menempel di ujung penciumanku. Aku mengingat aroma ini. Ini adalah aroma yang mengingatkanku akan masa lalu. Masa kanak - kanak yang bebas dan menyenangkan. Tanpa masalah hanya memikirkan untuk bersenang - senang saja. Ingatanku kembali kemasa lalu, dimana tawa, tangis, dan petualangan menjadi bagian dari hidupku. Masa yang amat aku rindukan, tetapi takkan mungkin terulang.

Aroma sungai itu mengingatkanku akan segalanya. Dulu  aku suka sekali bermain dan mencari ikan di sungai bersama teman - teman. Semua sungai di sekitar permukiman saat itu kami jelajahi. Hingga genangan air di sawah kami coba cari ikan di sana. Tak lupa kami selalu membawa ember kecil untuk menampung ikan tangkapan kami serta gelas kecil untuk menangkap ikan. Dengan bermodalkan alat - alat itu, kami terjun ke sungai dan memulai pencarian. Tak jarang kami hanya memakai tangan untuk menangkap ikannya. Ikannya sungguh gesit, tetapi kami juga tak kalah gesit ditambah tak mudah menyerah. Ada jenis ikan yang sangat sulit di cari. Kami menyebutkannya ikan gabus. Dan jika kami mendapatkannya, kami akan sangat kegirangan. Kami keasyikan mencari ikan sampai - sampai terkadang kami terpeleset atau sandal yang kami gunakan terbawa arus sungai. Selain mencari ikan, kami juga terkadang beristirahat di sebuah gubuk bambu di tengah sawah. Didekatnya ada sebuah pohon jambu biji yang buahnya kecil - kecil.

Aku juga sering sekali bersepeda dengan teman - teman. Mencari pohon cerry di perumahan sebelah dan mencari yang banyak buahnya. Kemudian kami memanjat keatasnya dan mengambil buah cerry yang telah matang. Warnanya ada yang kuning, orange, atau yang sangat matang berwarna merah. Kami memanjati setiap pohon tanpa tahu pohon itu milik siapa. Setelah itu, di rumah kami mencampurnya dengan teh. Aku sudah lupa bagaimana rasanya teh itu. hehe

Hal yang juga tidak terlupakan adalah ketika setiap pagi di liburan bulan puasa, kami selalu berpetualang mencari tempat - tempat baru. Melewati sawah - sawah, hutan - hutan bambu, hingga jembatan - jembatan lama yang dulu konon katanya bekas penjajahan belanda. Aku percaya saja dengan penjelasan temanku. Dan semua petualangan yang pernah kami alami, adalah sebuah pengalaman yang takkan pernah aku lupakan.

Tetapi sayangnya sekarang takkan lagi ada waktu - waktu yang menyenangkan seperti masa kecil dulu. Tak ada lagi banyak waktu untuk bersenang - senang dan berkeliaran bebas tanpa ada tujuan pasti. Aku bersyukur bisa membuat memori yang menyenangkan akan masa - masa itu. Memori yang takkan terlupakan sepanjang hidup dan membuat senyuman ketika ingatan itu kembali muncul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 27 Februari 2013

Flash Back

Hari ini aku berjalan kaki pulang kerumah. Melewati hamparan sawah yang masih tersisa disekitar bangunan   rumah - rumah yang masih bisa dibilang baru. Walaupun lelah aku rasakan, dan perut mulai meminta haknya, terkadang aku suka berjalan jika pulang ke rumah. Dengan berjalan terkadang inspirasi mengalir begitu saja dengan melihat alam sekitar. Panas matahari terkadang terabaikan dengan adanya hembusan angin alam persawahan. Hari ini aku melintasi sungai seperti biasanya. Aromanya tiba - tiba menempel di ujung penciumanku. Aku mengingat aroma ini. Ini adalah aroma yang mengingatkanku akan masa lalu. Masa kanak - kanak yang bebas dan menyenangkan. Tanpa masalah hanya memikirkan untuk bersenang - senang saja. Ingatanku kembali kemasa lalu, dimana tawa, tangis, dan petualangan menjadi bagian dari hidupku. Masa yang amat aku rindukan, tetapi takkan mungkin terulang.

Aroma sungai itu mengingatkanku akan segalanya. Dulu  aku suka sekali bermain dan mencari ikan di sungai bersama teman - teman. Semua sungai di sekitar permukiman saat itu kami jelajahi. Hingga genangan air di sawah kami coba cari ikan di sana. Tak lupa kami selalu membawa ember kecil untuk menampung ikan tangkapan kami serta gelas kecil untuk menangkap ikan. Dengan bermodalkan alat - alat itu, kami terjun ke sungai dan memulai pencarian. Tak jarang kami hanya memakai tangan untuk menangkap ikannya. Ikannya sungguh gesit, tetapi kami juga tak kalah gesit ditambah tak mudah menyerah. Ada jenis ikan yang sangat sulit di cari. Kami menyebutkannya ikan gabus. Dan jika kami mendapatkannya, kami akan sangat kegirangan. Kami keasyikan mencari ikan sampai - sampai terkadang kami terpeleset atau sandal yang kami gunakan terbawa arus sungai. Selain mencari ikan, kami juga terkadang beristirahat di sebuah gubuk bambu di tengah sawah. Didekatnya ada sebuah pohon jambu biji yang buahnya kecil - kecil.

Aku juga sering sekali bersepeda dengan teman - teman. Mencari pohon cerry di perumahan sebelah dan mencari yang banyak buahnya. Kemudian kami memanjat keatasnya dan mengambil buah cerry yang telah matang. Warnanya ada yang kuning, orange, atau yang sangat matang berwarna merah. Kami memanjati setiap pohon tanpa tahu pohon itu milik siapa. Setelah itu, di rumah kami mencampurnya dengan teh. Aku sudah lupa bagaimana rasanya teh itu. hehe

Hal yang juga tidak terlupakan adalah ketika setiap pagi di liburan bulan puasa, kami selalu berpetualang mencari tempat - tempat baru. Melewati sawah - sawah, hutan - hutan bambu, hingga jembatan - jembatan lama yang dulu konon katanya bekas penjajahan belanda. Aku percaya saja dengan penjelasan temanku. Dan semua petualangan yang pernah kami alami, adalah sebuah pengalaman yang takkan pernah aku lupakan.

Tetapi sayangnya sekarang takkan lagi ada waktu - waktu yang menyenangkan seperti masa kecil dulu. Tak ada lagi banyak waktu untuk bersenang - senang dan berkeliaran bebas tanpa ada tujuan pasti. Aku bersyukur bisa membuat memori yang menyenangkan akan masa - masa itu. Memori yang takkan terlupakan sepanjang hidup dan membuat senyuman ketika ingatan itu kembali muncul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar