Selasa, 11 Desember 2012

(Resensi Novel) Trilogi The Hunger Games : Catching Fire



Katniss Everdeen berhasil menjadi pemenang dalam The Hunger Games bersama Peeta Mellark. Mereka kembali ke Distrik 12 dan tinggal di Desa Pemenang sebagai hadiah kemenangan mereka. Tetapi tanpa Katniss sadari, kemenangan itu telah menyulut api pemberontakan kepada Capitol di distrik – distrik. Katniss tidak menyadari bahwa dia telah membuat marah para petinggi Capitol karena dianggap telah melanggar aturan dalam permainan. Hingga Presiden Snow mendatangi Katniss dan memberikan ancaman kepada Katniss. Jika Katniss tidak ingin memicu pemberontakan di distrik – distrik dia harus melanjutkan sandiwaranya “saling mencintai” dengan Peeta untuk meyakinkan dan meredam kegelisahan penduduk distrik saat tur kemenangan nanti. Atau nyawa orang – orang yang disayanginya jadi taruhannya.

Saat Tur Kemenangan berlangsung, penduduk distrik bersorak – sorai gembira menyambut mereka. Tetapi dibalik teriakan mereka, mereka juga menyimpan kemarahan kepada Capitol yang membuat The Hunger Games. Terjadi berbagai peristiwa di distrik – distrik yang memakan korban ketika Tur Kemenangan, dan semua itu adalah ulah Capitol. Presiden Snow tidak tinggal diam memercayakan segalanya kepada Katniss. Dia terus menekan dan membuat rencana – rencana yang membuat Katniss tak punya pilihan. Membuat rencana pernikahan antara Katniss dan Peeta, memperketat penjagaan di Distrik 12, dan berusaha menangkap Katniss dengan caranya untuk balas dendam akan ulah Katniss.

Katniss mulai lelah dan ingin melarikan diri dari keadaan tersebut. Dia juga semakin bingung untukmenghadapi sahabatnya, Gale, yang  ternyata juga ia cintai. Persahabatannya menjadi tak pernah sama seperti sebelum The Hunger Games berlangsung. Hingga akhirnya dia merencanakan untuk melarikan diri dengan keluarganya, Gale, Peeta, dan orang – orang terdekatnya. Tetapi sebelum semuanya terjadi, Presiden Snow telah mengumumkan sebuah berita yang mengejutkan dan akan membuat Katniss menderita lagi. Presiden Snow mengumumkan peraturan untuk Quarter Quell, yaitu The Hunger Games yang dibuat berbeda dan dirayakan setiap 25 tahun sekali. Dan saat itu adalah tahun ke 75. Setiap Quarter Quell akan memiliki peraturan yang berbeda – beda. Dan tahun itu, Quarter Quell yang ketiga dengan peraturan, peserta The Hunger Games akan diambil dari pemenang yang masih hidup dari setiap Distrik. Itu artinya Katniss dan Peeta akan kembali ke arena tahun ini.

Katniss tahu Peeta pasti akan turun ke arena, walaupun ada Haymitch, mentor serta pemenang The Hunger Games juga dari distriknya.Peeta pasti akan berusaha melindungi Katniss dan menjadikannya pemenang. Tetapi kali ini Katniss juga bertekat kuat untuk melindungi Peeta dan membuatnya tetap hidup, walaupun harus mengorbankan nyawanya sendiri.

Tibalah saatnya mereka kembali ke arena. Mereka bertemu para pemenang terdahulu yang tak bisa mereka anggap remeh. Mereka telah berpengalaman di dalam arena dan juga telah lihai membunuh. Menjelang The Hunger Games berlangsung, beberapa pemberontakan telah tersulut. Dan para pemenang yang juga membenci Capitol punya cara sendiri dalam menunjukkan kebenciannya. Haymitch memberi tahu kepada Katniss agar dia tahu siapa sebenarnya musuhnya nanti di arena. Dan disaat menjelang berakhirnya The Hunger Games, Katniss sadar siapakah musuh sebenarnya dalam The Hunger Games kali ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selasa, 11 Desember 2012

(Resensi Novel) Trilogi The Hunger Games : Catching Fire



Katniss Everdeen berhasil menjadi pemenang dalam The Hunger Games bersama Peeta Mellark. Mereka kembali ke Distrik 12 dan tinggal di Desa Pemenang sebagai hadiah kemenangan mereka. Tetapi tanpa Katniss sadari, kemenangan itu telah menyulut api pemberontakan kepada Capitol di distrik – distrik. Katniss tidak menyadari bahwa dia telah membuat marah para petinggi Capitol karena dianggap telah melanggar aturan dalam permainan. Hingga Presiden Snow mendatangi Katniss dan memberikan ancaman kepada Katniss. Jika Katniss tidak ingin memicu pemberontakan di distrik – distrik dia harus melanjutkan sandiwaranya “saling mencintai” dengan Peeta untuk meyakinkan dan meredam kegelisahan penduduk distrik saat tur kemenangan nanti. Atau nyawa orang – orang yang disayanginya jadi taruhannya.

Saat Tur Kemenangan berlangsung, penduduk distrik bersorak – sorai gembira menyambut mereka. Tetapi dibalik teriakan mereka, mereka juga menyimpan kemarahan kepada Capitol yang membuat The Hunger Games. Terjadi berbagai peristiwa di distrik – distrik yang memakan korban ketika Tur Kemenangan, dan semua itu adalah ulah Capitol. Presiden Snow tidak tinggal diam memercayakan segalanya kepada Katniss. Dia terus menekan dan membuat rencana – rencana yang membuat Katniss tak punya pilihan. Membuat rencana pernikahan antara Katniss dan Peeta, memperketat penjagaan di Distrik 12, dan berusaha menangkap Katniss dengan caranya untuk balas dendam akan ulah Katniss.

Katniss mulai lelah dan ingin melarikan diri dari keadaan tersebut. Dia juga semakin bingung untukmenghadapi sahabatnya, Gale, yang  ternyata juga ia cintai. Persahabatannya menjadi tak pernah sama seperti sebelum The Hunger Games berlangsung. Hingga akhirnya dia merencanakan untuk melarikan diri dengan keluarganya, Gale, Peeta, dan orang – orang terdekatnya. Tetapi sebelum semuanya terjadi, Presiden Snow telah mengumumkan sebuah berita yang mengejutkan dan akan membuat Katniss menderita lagi. Presiden Snow mengumumkan peraturan untuk Quarter Quell, yaitu The Hunger Games yang dibuat berbeda dan dirayakan setiap 25 tahun sekali. Dan saat itu adalah tahun ke 75. Setiap Quarter Quell akan memiliki peraturan yang berbeda – beda. Dan tahun itu, Quarter Quell yang ketiga dengan peraturan, peserta The Hunger Games akan diambil dari pemenang yang masih hidup dari setiap Distrik. Itu artinya Katniss dan Peeta akan kembali ke arena tahun ini.

Katniss tahu Peeta pasti akan turun ke arena, walaupun ada Haymitch, mentor serta pemenang The Hunger Games juga dari distriknya.Peeta pasti akan berusaha melindungi Katniss dan menjadikannya pemenang. Tetapi kali ini Katniss juga bertekat kuat untuk melindungi Peeta dan membuatnya tetap hidup, walaupun harus mengorbankan nyawanya sendiri.

Tibalah saatnya mereka kembali ke arena. Mereka bertemu para pemenang terdahulu yang tak bisa mereka anggap remeh. Mereka telah berpengalaman di dalam arena dan juga telah lihai membunuh. Menjelang The Hunger Games berlangsung, beberapa pemberontakan telah tersulut. Dan para pemenang yang juga membenci Capitol punya cara sendiri dalam menunjukkan kebenciannya. Haymitch memberi tahu kepada Katniss agar dia tahu siapa sebenarnya musuhnya nanti di arena. Dan disaat menjelang berakhirnya The Hunger Games, Katniss sadar siapakah musuh sebenarnya dalam The Hunger Games kali ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar