Sabtu, 13 Oktober 2012

Dream Writer

dulu, ketika aku masih belajar menghitung,  ketika aku masih mengeja setiap kata yang aku baca. aku menghafal angka dan abjad hingga lancar. aku ingin seperti mereka yang mengajariku semua itu. aku ingin menjadi mereka, menjadi guru. guru yang bisa membuat murid - muridnya nyaman belajar. guru yang disukai murid - muridnya. guru yang sabar mengajarkan hal -hal sukar.

dulu, ketika aku melihat raket dan shuttlecock. aku ingin hidup bersama mereka. menghabiskan sepanjang hari memukul -mukul. bermain terus, dan menjadi hebat. seperti yang sering kali kulihat di televisi. aku ingin seperti mereka, atlet bulutangkis.

dulu, ketika aku melihat beliau. aku ingin  seperti beliau. beliau adalah ayah paling hebat sedunia. belia adalah ayah paling bijaksana dalam hidup. aku selalu ingin seperti beliau. menjadi orang hebat. beliau tak banyak bicara. tetapi satu kata yang beliau ucapkan padaku, akan terkenang seumur hidup. akan tertancap, terpatri dalam pikiran.

dulu, sekarang, dan di masa depan, kitalah manusia yang akan menulis mimpi - mimpi dalam hidup. mimpi yang menjadi kenyataan, atau hanya mimpi dalam tidur panjang. itu semua adalah pilihan. kitalah yang akan terus mengukir mimpi - mimpi itu dengan berani. berharap akan terwujud sesuai dengan yang diinginkan. menggantungkannya, menggapai, hingga dalam genggaman. sekarang, aku masih begitu banyak bermimpi, karena aku, kamu, kita adalah seorang pemimpi. bukan hanya seorang pemimpi kosong. pemimpi yang akan mengubah hidup, mengubah dunia.

sekarang, ketika aku menulis ini. aku bermimpi. bermimpi hingga bertingkat -tingkat. hingga menembus langit.    aku ingin menjadi seorang yang berguna, dapat membanggakan orangtua yang selama ini tak pernah kulakukan. ingin menjadi seorang penulis. menerpitkan satu novel saja paling tidak. novel yang bisa merubah hidupku, dan hidup mereka yang ingin berubah. bukan hanya novel omong kosong, hanya tong. kalo kamu ? apa mimpi - mimpimu ? aku yakin mimpimu masih lebih tinggi  dari mimpi - mimpi yang telah aku rajut.

bermimpilah hingga melebihi tingginya langit, bermimpilah hingga tak ada yang sanggup menghadangmu. dan berusahalah hingga kerasnya melebihi kokohnya karang, berdoalah kepada Allah, sesungguh - sungguhnya seorang hamba-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sabtu, 13 Oktober 2012

Dream Writer

dulu, ketika aku masih belajar menghitung,  ketika aku masih mengeja setiap kata yang aku baca. aku menghafal angka dan abjad hingga lancar. aku ingin seperti mereka yang mengajariku semua itu. aku ingin menjadi mereka, menjadi guru. guru yang bisa membuat murid - muridnya nyaman belajar. guru yang disukai murid - muridnya. guru yang sabar mengajarkan hal -hal sukar.

dulu, ketika aku melihat raket dan shuttlecock. aku ingin hidup bersama mereka. menghabiskan sepanjang hari memukul -mukul. bermain terus, dan menjadi hebat. seperti yang sering kali kulihat di televisi. aku ingin seperti mereka, atlet bulutangkis.

dulu, ketika aku melihat beliau. aku ingin  seperti beliau. beliau adalah ayah paling hebat sedunia. belia adalah ayah paling bijaksana dalam hidup. aku selalu ingin seperti beliau. menjadi orang hebat. beliau tak banyak bicara. tetapi satu kata yang beliau ucapkan padaku, akan terkenang seumur hidup. akan tertancap, terpatri dalam pikiran.

dulu, sekarang, dan di masa depan, kitalah manusia yang akan menulis mimpi - mimpi dalam hidup. mimpi yang menjadi kenyataan, atau hanya mimpi dalam tidur panjang. itu semua adalah pilihan. kitalah yang akan terus mengukir mimpi - mimpi itu dengan berani. berharap akan terwujud sesuai dengan yang diinginkan. menggantungkannya, menggapai, hingga dalam genggaman. sekarang, aku masih begitu banyak bermimpi, karena aku, kamu, kita adalah seorang pemimpi. bukan hanya seorang pemimpi kosong. pemimpi yang akan mengubah hidup, mengubah dunia.

sekarang, ketika aku menulis ini. aku bermimpi. bermimpi hingga bertingkat -tingkat. hingga menembus langit.    aku ingin menjadi seorang yang berguna, dapat membanggakan orangtua yang selama ini tak pernah kulakukan. ingin menjadi seorang penulis. menerpitkan satu novel saja paling tidak. novel yang bisa merubah hidupku, dan hidup mereka yang ingin berubah. bukan hanya novel omong kosong, hanya tong. kalo kamu ? apa mimpi - mimpimu ? aku yakin mimpimu masih lebih tinggi  dari mimpi - mimpi yang telah aku rajut.

bermimpilah hingga melebihi tingginya langit, bermimpilah hingga tak ada yang sanggup menghadangmu. dan berusahalah hingga kerasnya melebihi kokohnya karang, berdoalah kepada Allah, sesungguh - sungguhnya seorang hamba-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar