Senin, 01 Oktober 2012

1 Oktober 2012, Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober 2012,
pagi adalah ketika sinar matahari mulai melunturkan gelapnya malam. titik - titik embun bergelayutan manja di kelopak bunga. burung -burung kecil berkejaran di pucuk pohon cemara. dan ini yang paling aku suka,langit biru yang paling cerah, itu ada di pagi hari. langit biru yang paling bening, itu ada di pagi hari. gunung yang dengan jelas terlihat, hanya ketika kau bangun di pagi hari dan dengan hati serta pikiran terbuka mensyukuri nikmat Allah dan mengagumi setiap lukisan alam yang diciptakannya.
pagi adalah ketika kau telah melewati satu malam yang panjang. menembus mimpi indah yang membuatmu tersenyum dan berniat merealisasikannya dalam kenyataan, atau terbangun lega karena berhasil mengakhriri mimpi buruk yang menakutkan.pagi adalah ketika semangat baru membakar jiwamu, mewarnai hatimu, dan memenuhi pikiranmu. ketika harapan - harapan baru muncul dan cita -cita engkau bawa mengiringi setiap langkahmu.

hari senin, seperti biasa merupakan awal dari satu minggu ke depan. aku bergegas ke sekolah bersama adik dengan dibonceng bapak. ketika tiba - tiba, bapak menanyakan sebuah pertanyaan kepada adik laki - lakiku. tentang hari ini. tentang hari senin yang kupikir tidak ada istimewanya. tentang hari senin ketika bapak dengan matanya yang tajam, menemukan bendera merah putih berkibar di salah satu pelataran rumah. dengan santainya adikku menjawab, hari ini hari senin. sudah jelas hari ini hari senin. pasti ada sesuatu yang berbeda, pasti ada sesuatu yang perlu aku dan adikku ingat.

hari senin, 1 oktober 2012, hari yang tak pernah aku ingat. hari ketika remaja - remaja mengungkapkan oktoberwish-nya. hari ketika aku bangun pagi dengan sedikit malas - malasan. merupakan hari kesaktian pancasila. aku terhenyak. aku bahkan tak ingat sama sekali. aku seorang pelajar bahkan tak ingat hari kesaktian pancasila. aku seorang pelajar yang kurang sosial sekarang malah kurang nasionalisme. aku merenungkannya. terima kasih, bapak telah menginggatkan :)

di sekolah...... ternyata ada upacara. kukira tidak akan ada upacara karena kami ditengah kegiatan UTS. satu lagi pelajaran, sekolah masih menyadarkanku, pentingnya upacara. hah ? maksudnya mengingat kembali hari - hari bersejarah bangsa, menumbuhkan jiwa nasionalisme kita yang makin menipis saja, dan merenungkan nilai - nilai pancasila yang telah menjadi norma dasar dalam masyarakat. dengan Bu Indah sebagai pembina upacara, aku kembali diberi pelajaran. dikobarkan semangatnya, diajak merenungkan masa depan, bukan hanya masa depan yang menjadi sebuah cita - cita individual, tetapi tujuan bersama bangsa indonesia yang lebih maju dan sejahtera. sekali lagi terima kasih, karena beliau masih menginggatkanku, bahwa akulah generasi muda yang akan mengambil alih masa depan untuk bangsa indonesia yang lebih maju. semoga saja.

di masa depan kitalah yang akan menjadi guru - guru yang menghidupi sekolah, kitalah yang akan menduduki kursi - kursi pemerintahan, kita, generasi muda yang akan menjadi penganti ilmuwan, profesor, dan semua profesi yang sekarang sedang beliau duduki. masih adakah kesadaranku untuk itu ? masih adakah sebuah cita - citaku untuk bangsa ini ? masih kita anggapkah janji luhur pendahulu, pendiri negeri ini ? itulah yang perlu kita renungkan, sekarang. termasuk aku, kamu, bersama - sama.
sebagai penutup coba kita nyanyikan lagu garuda pancasila yang jarang sekali kita alunkan, dan kembali renungkanlah :)

note : sepertinya harus mulai menginggat - ingat lagi hari - hari besar nasional, sungguh malu ditanyai oleh bapak dan tak tahu, atau malah tak pernah mancari tahu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Senin, 01 Oktober 2012

1 Oktober 2012, Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober 2012,
pagi adalah ketika sinar matahari mulai melunturkan gelapnya malam. titik - titik embun bergelayutan manja di kelopak bunga. burung -burung kecil berkejaran di pucuk pohon cemara. dan ini yang paling aku suka,langit biru yang paling cerah, itu ada di pagi hari. langit biru yang paling bening, itu ada di pagi hari. gunung yang dengan jelas terlihat, hanya ketika kau bangun di pagi hari dan dengan hati serta pikiran terbuka mensyukuri nikmat Allah dan mengagumi setiap lukisan alam yang diciptakannya.
pagi adalah ketika kau telah melewati satu malam yang panjang. menembus mimpi indah yang membuatmu tersenyum dan berniat merealisasikannya dalam kenyataan, atau terbangun lega karena berhasil mengakhriri mimpi buruk yang menakutkan.pagi adalah ketika semangat baru membakar jiwamu, mewarnai hatimu, dan memenuhi pikiranmu. ketika harapan - harapan baru muncul dan cita -cita engkau bawa mengiringi setiap langkahmu.

hari senin, seperti biasa merupakan awal dari satu minggu ke depan. aku bergegas ke sekolah bersama adik dengan dibonceng bapak. ketika tiba - tiba, bapak menanyakan sebuah pertanyaan kepada adik laki - lakiku. tentang hari ini. tentang hari senin yang kupikir tidak ada istimewanya. tentang hari senin ketika bapak dengan matanya yang tajam, menemukan bendera merah putih berkibar di salah satu pelataran rumah. dengan santainya adikku menjawab, hari ini hari senin. sudah jelas hari ini hari senin. pasti ada sesuatu yang berbeda, pasti ada sesuatu yang perlu aku dan adikku ingat.

hari senin, 1 oktober 2012, hari yang tak pernah aku ingat. hari ketika remaja - remaja mengungkapkan oktoberwish-nya. hari ketika aku bangun pagi dengan sedikit malas - malasan. merupakan hari kesaktian pancasila. aku terhenyak. aku bahkan tak ingat sama sekali. aku seorang pelajar bahkan tak ingat hari kesaktian pancasila. aku seorang pelajar yang kurang sosial sekarang malah kurang nasionalisme. aku merenungkannya. terima kasih, bapak telah menginggatkan :)

di sekolah...... ternyata ada upacara. kukira tidak akan ada upacara karena kami ditengah kegiatan UTS. satu lagi pelajaran, sekolah masih menyadarkanku, pentingnya upacara. hah ? maksudnya mengingat kembali hari - hari bersejarah bangsa, menumbuhkan jiwa nasionalisme kita yang makin menipis saja, dan merenungkan nilai - nilai pancasila yang telah menjadi norma dasar dalam masyarakat. dengan Bu Indah sebagai pembina upacara, aku kembali diberi pelajaran. dikobarkan semangatnya, diajak merenungkan masa depan, bukan hanya masa depan yang menjadi sebuah cita - cita individual, tetapi tujuan bersama bangsa indonesia yang lebih maju dan sejahtera. sekali lagi terima kasih, karena beliau masih menginggatkanku, bahwa akulah generasi muda yang akan mengambil alih masa depan untuk bangsa indonesia yang lebih maju. semoga saja.

di masa depan kitalah yang akan menjadi guru - guru yang menghidupi sekolah, kitalah yang akan menduduki kursi - kursi pemerintahan, kita, generasi muda yang akan menjadi penganti ilmuwan, profesor, dan semua profesi yang sekarang sedang beliau duduki. masih adakah kesadaranku untuk itu ? masih adakah sebuah cita - citaku untuk bangsa ini ? masih kita anggapkah janji luhur pendahulu, pendiri negeri ini ? itulah yang perlu kita renungkan, sekarang. termasuk aku, kamu, bersama - sama.
sebagai penutup coba kita nyanyikan lagu garuda pancasila yang jarang sekali kita alunkan, dan kembali renungkanlah :)

note : sepertinya harus mulai menginggat - ingat lagi hari - hari besar nasional, sungguh malu ditanyai oleh bapak dan tak tahu, atau malah tak pernah mancari tahu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar