Rabu, 04 Juli 2012

Sahabat



Berawal dari sebuah perkenalan
Yang tak kan pernah terlupakan
Terkadang persamaan membuat kita dekat
Tetapi perbedaan membuat lebih indah


Sahabat,
Aku bisa menjadi apa adanya di depan dirimu
Aku begitu munafik di depan orang – orang itu
Tapi topengku akan terlepas di hadapanmu
Aku terlihat kuat di luar sana
Tapi kelemahanku terlihat jelas di matamu


Sahabat,
Aku sudah tak tahan dengan hidupku
Dunia tak pernah adil kepadaku
Aku terjatuh, terjerembak ke dalam lubang
Dan aku tak punya daya untuk bangkit


Sahabat,
Tetapi Tuhan selalu adil
Aku yakin itu
Karena Tuhan mengirimkan dirimu kepadaku
Untuk memberi uluran tangan
Memberi dahan pohon untuk aku gapai
Dan kembali bangkit


Sahabat,
Aku sedang jatuh cinta
Awalnya memang indah
Aku dibawanya melintasi angkasa
Melayang – layang gembira
Di lingkupi cahaya bintang dikala rindu menerpa


Sahabat,
Tetapi itu hanyalah kamuflase cinta
Cinta ini semu, cinta ini palsu
Dia membawa pisau tajam jika kau semakin mengenalnya
Aku bermuram durja setiap saat
Aku dirundung rindu setiap malam
Langit menjadi kelabu
Matahari tak lagi sama di mataku


Sahabat,
Kau kah itu ?
Yang membawaku kembali ke angkasa
Yang membangunkan kembali matahari pagi
Kau kah itu ?
Yang menampung hal kelam dari diriku
Yang mengiringiku di cerahnya hariku
Pasti itu dirimu, sahabat


Sahabat,
Jika kita harus berpisah
Jika suatu hari kita tak lagi sama
Terserah apa maumu
Aku terima segala keputusanmu
Jika kau lupa kita pernah bersahabat
Itu tak kan pernah kupermasalahkan
Aku hanya akan diam
Membuatmu tetap bahagia, dengan senyuman
Menyimpan segala momen persahabatan kita
Karena telah ada tempat untukmu di dalam hati, selamanya


Persahabatan tak kenal perpisahan
Persahabatan tak kan lekang di makan zaman
Persahabatan akan selalu abadi
Di dalam hati

untuk semua teman, sahabat, yang datang silih berganti, aku mencintai kalian semua :)

1 komentar:

Rabu, 04 Juli 2012

Sahabat



Berawal dari sebuah perkenalan
Yang tak kan pernah terlupakan
Terkadang persamaan membuat kita dekat
Tetapi perbedaan membuat lebih indah


Sahabat,
Aku bisa menjadi apa adanya di depan dirimu
Aku begitu munafik di depan orang – orang itu
Tapi topengku akan terlepas di hadapanmu
Aku terlihat kuat di luar sana
Tapi kelemahanku terlihat jelas di matamu


Sahabat,
Aku sudah tak tahan dengan hidupku
Dunia tak pernah adil kepadaku
Aku terjatuh, terjerembak ke dalam lubang
Dan aku tak punya daya untuk bangkit


Sahabat,
Tetapi Tuhan selalu adil
Aku yakin itu
Karena Tuhan mengirimkan dirimu kepadaku
Untuk memberi uluran tangan
Memberi dahan pohon untuk aku gapai
Dan kembali bangkit


Sahabat,
Aku sedang jatuh cinta
Awalnya memang indah
Aku dibawanya melintasi angkasa
Melayang – layang gembira
Di lingkupi cahaya bintang dikala rindu menerpa


Sahabat,
Tetapi itu hanyalah kamuflase cinta
Cinta ini semu, cinta ini palsu
Dia membawa pisau tajam jika kau semakin mengenalnya
Aku bermuram durja setiap saat
Aku dirundung rindu setiap malam
Langit menjadi kelabu
Matahari tak lagi sama di mataku


Sahabat,
Kau kah itu ?
Yang membawaku kembali ke angkasa
Yang membangunkan kembali matahari pagi
Kau kah itu ?
Yang menampung hal kelam dari diriku
Yang mengiringiku di cerahnya hariku
Pasti itu dirimu, sahabat


Sahabat,
Jika kita harus berpisah
Jika suatu hari kita tak lagi sama
Terserah apa maumu
Aku terima segala keputusanmu
Jika kau lupa kita pernah bersahabat
Itu tak kan pernah kupermasalahkan
Aku hanya akan diam
Membuatmu tetap bahagia, dengan senyuman
Menyimpan segala momen persahabatan kita
Karena telah ada tempat untukmu di dalam hati, selamanya


Persahabatan tak kenal perpisahan
Persahabatan tak kan lekang di makan zaman
Persahabatan akan selalu abadi
Di dalam hati

untuk semua teman, sahabat, yang datang silih berganti, aku mencintai kalian semua :)

1 komentar: