Senin, 04 Juni 2012

Tak Sama


Sebenarnya aku tak mau lagi mengakuinya
Tetapi, waktulah yang memaksaku
Hatiku  yang menuntunku
Tulisanku yang mulai menceritakanmu
Pikiranku yang telah terkontaminasi dirimu
Setiap sudut pikiran ini
Telah terselipi sebagian dari dirimu
Bahkan, bisa saja seluruhnya dari dirimu


Aku menulis
Dan aku ingat dirimu yang juga suka menulis
Aku ingat dirimulah yang membuatku saat ini bisa menulis
Kau membagi tulisanku kepadaku
Tetapi, itu hanya sekali
Yang pertama dan terakhir


Aku membaca
Dan aku ingat dirimu yang juga suka membaca
Tak pernah terbayangkan dirimu ternyata seorang yang cinta buku
Bahkan bacaanmu lebih baik daripada bahan – bahan bacaanku
Dan aku ingin membaca apa yang telah kau baca


Aku rindu
Dan aku juga tahu kau juga sedang rindu
Tetapi ini berbeda, takkan pernah sama
Kau merindukannya
Yang tak pernah kuketahui siapa
Yang selalu membuatku penasaran setiap malam
Tak bisa tertahankan


Aku melihat bulan
Dan aku tahu kau selalu mengagumi bulan
Kau selalu suka melihat langit malam
Tetapi, ini berbeda
Kau selalu suka bulan dimalam hari
Tetapi,diriku selalu mencari – cari bulan sepanjang hari
Yang samar – samar terlihat
Terkalahkan sinar mentari


Aku takkan lupa
Dan aku tau kau juga takkan lupa
Segala tentang kita dimasa lalu
Segala obrolan kita yang membuat candu
Dan segala canda tawa kita yang malu – malu


Aku menjauh
Dan aku tahu kau juga menjauh
Tetapi, kau menjauh dengan berlari
Dan diriku menjauh dengan tertatih – tatih


Aku masih seperti dulu
Tetapi, aku tahu kau tak lagi seperti dulu
Waktu telah merubah segalanya
Keadaan telah bosan untuk menjadi sama

4 komentar:

  1. Nice Poem Tiiiiwwww!!!
    ikut sedih juga bacanya... :'(

    BalasHapus
  2. makasih, inasss :)
    jangan sedih :(

    ^^v

    BalasHapus
  3. yaaaaah,,,
    sedih dong,,, ikut merasakan kesedihan sahabat.. ^^

    BalasHapus
  4. ecieee,,,,
    inas sahabat yang so sweet
    haha ^^v

    BalasHapus

Senin, 04 Juni 2012

Tak Sama


Sebenarnya aku tak mau lagi mengakuinya
Tetapi, waktulah yang memaksaku
Hatiku  yang menuntunku
Tulisanku yang mulai menceritakanmu
Pikiranku yang telah terkontaminasi dirimu
Setiap sudut pikiran ini
Telah terselipi sebagian dari dirimu
Bahkan, bisa saja seluruhnya dari dirimu


Aku menulis
Dan aku ingat dirimu yang juga suka menulis
Aku ingat dirimulah yang membuatku saat ini bisa menulis
Kau membagi tulisanku kepadaku
Tetapi, itu hanya sekali
Yang pertama dan terakhir


Aku membaca
Dan aku ingat dirimu yang juga suka membaca
Tak pernah terbayangkan dirimu ternyata seorang yang cinta buku
Bahkan bacaanmu lebih baik daripada bahan – bahan bacaanku
Dan aku ingin membaca apa yang telah kau baca


Aku rindu
Dan aku juga tahu kau juga sedang rindu
Tetapi ini berbeda, takkan pernah sama
Kau merindukannya
Yang tak pernah kuketahui siapa
Yang selalu membuatku penasaran setiap malam
Tak bisa tertahankan


Aku melihat bulan
Dan aku tahu kau selalu mengagumi bulan
Kau selalu suka melihat langit malam
Tetapi, ini berbeda
Kau selalu suka bulan dimalam hari
Tetapi,diriku selalu mencari – cari bulan sepanjang hari
Yang samar – samar terlihat
Terkalahkan sinar mentari


Aku takkan lupa
Dan aku tau kau juga takkan lupa
Segala tentang kita dimasa lalu
Segala obrolan kita yang membuat candu
Dan segala canda tawa kita yang malu – malu


Aku menjauh
Dan aku tahu kau juga menjauh
Tetapi, kau menjauh dengan berlari
Dan diriku menjauh dengan tertatih – tatih


Aku masih seperti dulu
Tetapi, aku tahu kau tak lagi seperti dulu
Waktu telah merubah segalanya
Keadaan telah bosan untuk menjadi sama

4 komentar:

  1. Nice Poem Tiiiiwwww!!!
    ikut sedih juga bacanya... :'(

    BalasHapus
  2. makasih, inasss :)
    jangan sedih :(

    ^^v

    BalasHapus
  3. yaaaaah,,,
    sedih dong,,, ikut merasakan kesedihan sahabat.. ^^

    BalasHapus
  4. ecieee,,,,
    inas sahabat yang so sweet
    haha ^^v

    BalasHapus