Rabu, 23 Mei 2012

Wednesday : Run !!

                Tiba – tiba aku terbangun dari tidur gelapku. Tidur tanpa mimpi. Jam dinding masih menunjukkan pukul  1 dini hari. kepalaku terasa pening dan perutku meraung – raung. Aku berusaha memejamkan mata, tetapi tetap tak bisa. Terpaksa kulangkahkan kakiku ke arah dapur dan mencari makanan yang mungkin bisa menganjal peruku yang liar ini. ada beberapa pisang masih tergeletak dimeja.  Aku lahap mereka tanpa pikir panjang. Setelah kurasa cukup aku hentikan makanku. Aku kembali ketempat tidur dan dengan sekejab kembali tertidur dengan pulas
------
                Matahari telah bersinar dilangit. Kami berbondong – bondong kelapangan untuk mengikuti pelajaran olahraga. Hari ini tes lari. Kami harus mengitari bundaran tugu 1 kali. kami melakukan pemanasan dengan gerakan – gerakan senam dasar dan mengelilingi lapangan sebanyak 5 kali. belum tes lari saja, nafasku telah tak beraturan.  Aku langkahkan kaki menuju bundaran tugu. Duduk – duduk di trotoar sambil menunggu giliran lari yang dilakukan 5 orang secara bergilir. Tiba – tiba giliranku tiba. Aku lihat teman – temanku yang akan berlari bersama. Semuanya laki – laki. Nela terlambat dan harus mendapatkan ceramah dari Kepala Sekolah di depan gerbang sekolah. sehingga dia tak bisa ikut lari dan meninggalkanku berlari bersama laki – laki yang tak mungkin bisa aku tandingi kekuatannya. Adit, Tachul, dan Udin telah bersiap- siap. Go........ kamipun mulai berlari.kulihat mereka bertiga berlari dengan cepatnya. Dalam waktu yang singkat aku telah tertinggal jauh dari mereka. Aku hanya bisa pasrah dan berusaha berlari secepat yang aku bisa.
                Aku telah setengah perjalanan dan mereka telah hampir sampai garis finish. Huft,,,, memang aku bukan pelari yang hebat. Aku berlari ditengah kelompok kuda dan aku hanyalah seekor keledai yang tak bisa berlari kencang. Akhirnya aku sampai garis finish dengan waktu yang tak begitu mengecewakan. Rasanya dada ini ingin meledak karena nafas yang tak karuan. Kaki ini sudah lemas tak ingin lagi berjalan. Aku baringkan diriku dipinggir dan kupenjamkan mata sejenak mencari ketenangan. Aku ambil botol minum yang telah aku bawa. Air mengalir dikerongkonganku, menyegarkan. Alhamdulillah.
                Pelajaran kembali berlanjut. Rasanya sudah malas dan sangat mengantuk. Hari masih pagi, tetapi semangatku sudah tak lagi pagi hari. aku hanya menyimak presentasi kimia sekedarnya saja tanpa bisa memikirkan pertanyaan yang bisa aku ajukan. Biologipun tak kalah mengantuknya, ditambah lagi aura kantuk yang ditularkan teman sebelahku, menambah beratnya mata untuk sekedar membuka dan melihat apa yang dijelaskan guruku.
                Sampai pulang sekolah tak ada yang istimewa. Aku jalani hari ini dengan biasa – biasa saja tanpa semangat yang berlebihan. aku ingin pulang dan merebahkan tubuh yang telah lelah ini. tetapi tugas – tugas  masih menungguku. Mengantri untuk aku kerjakan.
--------
                Berita buruk datang dari tim badhminton putra Indonesia. mereka harus kandas ditangan Jepang sebelum babak semi final. Aku turut kecewa dengan hasil yang mereka dapatkan. Hari ini sejarah mengukirnya. Indonesia tak masuk semi final di Piala Thomas Cup 2012. Masih ada harapan untuk tim putri. Aku liat di depan layar kaca, mereka berusaha dengan sekuat tenaga. Sering sekali mereka melakukan kesalah sendiri yang menguntungkan lawan. Walaupun aku tak yakin mereka menang, semua ini belum berakhir. Semua bisa terjadi. Kuharap mereka bisa mendapatkan hasil yang terbaik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 23 Mei 2012

Wednesday : Run !!

                Tiba – tiba aku terbangun dari tidur gelapku. Tidur tanpa mimpi. Jam dinding masih menunjukkan pukul  1 dini hari. kepalaku terasa pening dan perutku meraung – raung. Aku berusaha memejamkan mata, tetapi tetap tak bisa. Terpaksa kulangkahkan kakiku ke arah dapur dan mencari makanan yang mungkin bisa menganjal peruku yang liar ini. ada beberapa pisang masih tergeletak dimeja.  Aku lahap mereka tanpa pikir panjang. Setelah kurasa cukup aku hentikan makanku. Aku kembali ketempat tidur dan dengan sekejab kembali tertidur dengan pulas
------
                Matahari telah bersinar dilangit. Kami berbondong – bondong kelapangan untuk mengikuti pelajaran olahraga. Hari ini tes lari. Kami harus mengitari bundaran tugu 1 kali. kami melakukan pemanasan dengan gerakan – gerakan senam dasar dan mengelilingi lapangan sebanyak 5 kali. belum tes lari saja, nafasku telah tak beraturan.  Aku langkahkan kaki menuju bundaran tugu. Duduk – duduk di trotoar sambil menunggu giliran lari yang dilakukan 5 orang secara bergilir. Tiba – tiba giliranku tiba. Aku lihat teman – temanku yang akan berlari bersama. Semuanya laki – laki. Nela terlambat dan harus mendapatkan ceramah dari Kepala Sekolah di depan gerbang sekolah. sehingga dia tak bisa ikut lari dan meninggalkanku berlari bersama laki – laki yang tak mungkin bisa aku tandingi kekuatannya. Adit, Tachul, dan Udin telah bersiap- siap. Go........ kamipun mulai berlari.kulihat mereka bertiga berlari dengan cepatnya. Dalam waktu yang singkat aku telah tertinggal jauh dari mereka. Aku hanya bisa pasrah dan berusaha berlari secepat yang aku bisa.
                Aku telah setengah perjalanan dan mereka telah hampir sampai garis finish. Huft,,,, memang aku bukan pelari yang hebat. Aku berlari ditengah kelompok kuda dan aku hanyalah seekor keledai yang tak bisa berlari kencang. Akhirnya aku sampai garis finish dengan waktu yang tak begitu mengecewakan. Rasanya dada ini ingin meledak karena nafas yang tak karuan. Kaki ini sudah lemas tak ingin lagi berjalan. Aku baringkan diriku dipinggir dan kupenjamkan mata sejenak mencari ketenangan. Aku ambil botol minum yang telah aku bawa. Air mengalir dikerongkonganku, menyegarkan. Alhamdulillah.
                Pelajaran kembali berlanjut. Rasanya sudah malas dan sangat mengantuk. Hari masih pagi, tetapi semangatku sudah tak lagi pagi hari. aku hanya menyimak presentasi kimia sekedarnya saja tanpa bisa memikirkan pertanyaan yang bisa aku ajukan. Biologipun tak kalah mengantuknya, ditambah lagi aura kantuk yang ditularkan teman sebelahku, menambah beratnya mata untuk sekedar membuka dan melihat apa yang dijelaskan guruku.
                Sampai pulang sekolah tak ada yang istimewa. Aku jalani hari ini dengan biasa – biasa saja tanpa semangat yang berlebihan. aku ingin pulang dan merebahkan tubuh yang telah lelah ini. tetapi tugas – tugas  masih menungguku. Mengantri untuk aku kerjakan.
--------
                Berita buruk datang dari tim badhminton putra Indonesia. mereka harus kandas ditangan Jepang sebelum babak semi final. Aku turut kecewa dengan hasil yang mereka dapatkan. Hari ini sejarah mengukirnya. Indonesia tak masuk semi final di Piala Thomas Cup 2012. Masih ada harapan untuk tim putri. Aku liat di depan layar kaca, mereka berusaha dengan sekuat tenaga. Sering sekali mereka melakukan kesalah sendiri yang menguntungkan lawan. Walaupun aku tak yakin mereka menang, semua ini belum berakhir. Semua bisa terjadi. Kuharap mereka bisa mendapatkan hasil yang terbaik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar