Rabu, 07 Maret 2012

Dirimu, yang Kukagumi

Dari balik mataku selalu ada dirimu

Dari mata turun ke hati

Tetapi ini bukan cinta

Aneh bukan ??

Ini hanya rasa kagum semata

Yang takkan berubah lebih dari itu


Aku tak tau sejak kapan aku kagum padamu

Dari balik lensa mataku

Kulihat kau seorang sosok yang membuatku kagum

Dirimu pemimpin yang bekerja keras

Yang selalu bertanggung jawab


Tetapi disisi lain kau tetaplah manusia biasa

Yang tak luput dari kekurangan

Dari balik dedaunan

Di pingir lapangan

Aku melintas bagaikan angin yang berhembus samar

Tanpa sengaja melihat dirimu yang menjadi objek perhatianku

Kuhentikan langkah kaki sejenak

Melihat dirimu yang melempar bola lonjong itu

Bola melayang ke seberang lainnya

Dan akan mendarat kembali di tanganmu

Aku tersenyum melihatmu bermain di lapangan

Tanpa ku tak tau sebabnya dengan pasti


Kuharap kau akan menjadi penyejuk hati yang gersang ini

Menjadi hujan di tengah kemarau panjang

Genangan oasis di tengah padang

Menjadi penghalang ombak di pesisir pantai


Ketika pikiranku menjadi alpa

Terkadang terbersit dirimu yang berjarak beberapa kelas dari tempatku

Dan menjadi objek tulisanku

Seperti saat ini

Dan kuharap kau akan lebih sering menjadi tulisanku

Agar aku tak terbelenggu

Dalam monotonnya tulisanku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 07 Maret 2012

Dirimu, yang Kukagumi

Dari balik mataku selalu ada dirimu

Dari mata turun ke hati

Tetapi ini bukan cinta

Aneh bukan ??

Ini hanya rasa kagum semata

Yang takkan berubah lebih dari itu


Aku tak tau sejak kapan aku kagum padamu

Dari balik lensa mataku

Kulihat kau seorang sosok yang membuatku kagum

Dirimu pemimpin yang bekerja keras

Yang selalu bertanggung jawab


Tetapi disisi lain kau tetaplah manusia biasa

Yang tak luput dari kekurangan

Dari balik dedaunan

Di pingir lapangan

Aku melintas bagaikan angin yang berhembus samar

Tanpa sengaja melihat dirimu yang menjadi objek perhatianku

Kuhentikan langkah kaki sejenak

Melihat dirimu yang melempar bola lonjong itu

Bola melayang ke seberang lainnya

Dan akan mendarat kembali di tanganmu

Aku tersenyum melihatmu bermain di lapangan

Tanpa ku tak tau sebabnya dengan pasti


Kuharap kau akan menjadi penyejuk hati yang gersang ini

Menjadi hujan di tengah kemarau panjang

Genangan oasis di tengah padang

Menjadi penghalang ombak di pesisir pantai


Ketika pikiranku menjadi alpa

Terkadang terbersit dirimu yang berjarak beberapa kelas dari tempatku

Dan menjadi objek tulisanku

Seperti saat ini

Dan kuharap kau akan lebih sering menjadi tulisanku

Agar aku tak terbelenggu

Dalam monotonnya tulisanku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar