Kamis, 26 Januari 2012

Segalanya Tentangmu

Aku akan jujur sekarang. Aku sangat ingin bertemu dengannya. Sudah 2 tahun kita tidak bertemu perasaan ini masih tak berubah. Masih tersimpan rapi di dalam hati. Kadang merekah bahagia, kadang teriris – iris memilukan. Tanpa pernah kau tahu apa yang ku rasakan. Hanya aku dan Sang Pencipta yang mengetahui segala problematika dalam hati.


Pertama kali kita bertemu, kau seorang yang tak kuanggap. Kulirik saja, aku tak pernah. Apalagi memikirkanmu ? kau masih terlihat sebagai orang yang biasa. Semua canda tawa kita hanya hal yang biasa. Tak pernah mengetuk pintu hati yang tertutup rapat karena seseorang yang pergi dan membawa kunci hatiku.


Kesempatan itu begitu terbuang sia –sia, kalau saja aku tahu sekarang akan seperti ini, aku akan berusaha lebih mengenalmu. Saat kita terpisah oleh ruang, ku tak tahu mengapa itu malah mendekatkan kita. Aku juga tidak sadar bagaimana itu terjadi. Kita menjadi lebih dekat dalam dunia pesan. Mungkin setiap saat kita selalu bertukar kabar. Kalau bukan kamu duluan yang mengirimiku pesan ke inboxku aku akan yang lebih dulu mengirimimu kabarku. Padahal kita hanya terpisah oleh ruang, tetapi sepertinya dunia pesan kita lebih menyenangkan daripada dunia nyata kita. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku tak bisa mengatakan apapun. Padahal tadi malam kita bercerita begitu banyak sampai inboxku penuh. Aku hanya bisa menyapa “hey”padamu. Mungkin ini akan lebih baik.


Aku senang dengan segalanya. Sekarang senyummu, juga senyumku. Sedihmu, kuharap kau membaginya denganku juga. Kau sudah menjadi bagian dalam hari –hariku. Tak terkecuali sampai saat ini. aku tak tahu bagaimana perasaanmu yang sebenarnya padaku. Tetapi aku tahu pasti apa perasaanku ini.


Tetapi, sekarang semua itu hanya kenangan. Yang terkubur dan terkadang masih muncul kepermukaan. Kau tidak sesering dulu bercerita padaku, merekahkan senyuman di hari –hariku. Itu semua karena perpisahan kita 2 tahun yang lalu. Kita jalani kehidupan kita masing – masing. Kau jalani hidupmu, begitu pula aku. tetapi tak pernah sekalipun ku terlepas dari bayang – bayang dirimu. Semakin ku ingin melupakanmu, semakin jelas pula kenangan tentangmu. Pernah kau bilang kau rindu padaku, tapi ku tak tau apa itu sungguh – sungguh.


Sekarang aku tak berani lagi mengirim pesan padamu. Aku takut aku mengetahui kau telah berubah dan membuatku kecewa. Setiap saat, kulihat tulisanmu di dunia maya menyesakkanku. Tetapi juga selalu ada rasa rindu setiap kali aku membacanya. Walaupun aku tahu setiap statusmu bukan untukku, aku selalu terpesona dengan keindahan tulisanmu. Setiap kata –kata yang kau tulisankan selalu hebat, selalu terlihat sempurna, dan menjadi kenangan tersendiri bagiku. Emmm,,,, mungkin kau tidak tau bahwa aku diam – diam melakukan ini dan aku tak berharap kau mengetahuinya.


Aku menunggu dan menunggu, agar paling tidak kau melihatku tanpa aku harus mencari – cari perhatianmu. Disetiap hariku, selalu memikirkanmu. Padahal ku tau kau mungkin tak pernah sebersitpun memikirkan aku. aku pernah membaca statusmu dan kau bercerita bahwa kau bertemu dengan seseorang yang kau tulis dalam status - statusmu. Tetapi dirimu juga seperti diriku yang hanya diam – diam melihat dia dan tersenyum karenanya. Dalam hal ini kita sama. Seperti itulah diriku, diam –diam tersenyum untukmu.


Malang, 25 Januari 2012

tiww :)

2 komentar:

Kamis, 26 Januari 2012

Segalanya Tentangmu

Aku akan jujur sekarang. Aku sangat ingin bertemu dengannya. Sudah 2 tahun kita tidak bertemu perasaan ini masih tak berubah. Masih tersimpan rapi di dalam hati. Kadang merekah bahagia, kadang teriris – iris memilukan. Tanpa pernah kau tahu apa yang ku rasakan. Hanya aku dan Sang Pencipta yang mengetahui segala problematika dalam hati.


Pertama kali kita bertemu, kau seorang yang tak kuanggap. Kulirik saja, aku tak pernah. Apalagi memikirkanmu ? kau masih terlihat sebagai orang yang biasa. Semua canda tawa kita hanya hal yang biasa. Tak pernah mengetuk pintu hati yang tertutup rapat karena seseorang yang pergi dan membawa kunci hatiku.


Kesempatan itu begitu terbuang sia –sia, kalau saja aku tahu sekarang akan seperti ini, aku akan berusaha lebih mengenalmu. Saat kita terpisah oleh ruang, ku tak tahu mengapa itu malah mendekatkan kita. Aku juga tidak sadar bagaimana itu terjadi. Kita menjadi lebih dekat dalam dunia pesan. Mungkin setiap saat kita selalu bertukar kabar. Kalau bukan kamu duluan yang mengirimiku pesan ke inboxku aku akan yang lebih dulu mengirimimu kabarku. Padahal kita hanya terpisah oleh ruang, tetapi sepertinya dunia pesan kita lebih menyenangkan daripada dunia nyata kita. Setiap kali aku bertemu denganmu, aku tak bisa mengatakan apapun. Padahal tadi malam kita bercerita begitu banyak sampai inboxku penuh. Aku hanya bisa menyapa “hey”padamu. Mungkin ini akan lebih baik.


Aku senang dengan segalanya. Sekarang senyummu, juga senyumku. Sedihmu, kuharap kau membaginya denganku juga. Kau sudah menjadi bagian dalam hari –hariku. Tak terkecuali sampai saat ini. aku tak tahu bagaimana perasaanmu yang sebenarnya padaku. Tetapi aku tahu pasti apa perasaanku ini.


Tetapi, sekarang semua itu hanya kenangan. Yang terkubur dan terkadang masih muncul kepermukaan. Kau tidak sesering dulu bercerita padaku, merekahkan senyuman di hari –hariku. Itu semua karena perpisahan kita 2 tahun yang lalu. Kita jalani kehidupan kita masing – masing. Kau jalani hidupmu, begitu pula aku. tetapi tak pernah sekalipun ku terlepas dari bayang – bayang dirimu. Semakin ku ingin melupakanmu, semakin jelas pula kenangan tentangmu. Pernah kau bilang kau rindu padaku, tapi ku tak tau apa itu sungguh – sungguh.


Sekarang aku tak berani lagi mengirim pesan padamu. Aku takut aku mengetahui kau telah berubah dan membuatku kecewa. Setiap saat, kulihat tulisanmu di dunia maya menyesakkanku. Tetapi juga selalu ada rasa rindu setiap kali aku membacanya. Walaupun aku tahu setiap statusmu bukan untukku, aku selalu terpesona dengan keindahan tulisanmu. Setiap kata –kata yang kau tulisankan selalu hebat, selalu terlihat sempurna, dan menjadi kenangan tersendiri bagiku. Emmm,,,, mungkin kau tidak tau bahwa aku diam – diam melakukan ini dan aku tak berharap kau mengetahuinya.


Aku menunggu dan menunggu, agar paling tidak kau melihatku tanpa aku harus mencari – cari perhatianmu. Disetiap hariku, selalu memikirkanmu. Padahal ku tau kau mungkin tak pernah sebersitpun memikirkan aku. aku pernah membaca statusmu dan kau bercerita bahwa kau bertemu dengan seseorang yang kau tulis dalam status - statusmu. Tetapi dirimu juga seperti diriku yang hanya diam – diam melihat dia dan tersenyum karenanya. Dalam hal ini kita sama. Seperti itulah diriku, diam –diam tersenyum untukmu.


Malang, 25 Januari 2012

tiww :)

2 komentar: