Rabu, 20 Maret 2013

Bird

Di hari yang lalu, aku temukan kebebasan terkungkung dalam keterpengapan kamarku. Sayapnya yang terus terbang, tetapi ruang yang tak mengijinkan ia bebas. Terperangkap dibalik kaca jendela serta jeruji besi penghalang. Di luar sana kebebasan menantinya. Mengajaknya bermain - main bersama tiupan udara. Kebebasan termanggu melihat  sinar matahari terbenam, terbias diantara kerajaan para awan. Hingga kunci itu terbuka. Tabir itu tersingkap. Dan kebebasan kembali kepakkan sayapnya.

2 komentar:

  1. ah...saya suka blog dan tulisan-tulisan yang diposting di sini, sederhana tapi manis dan ada muatan filosofisnya. :)

    BalasHapus
  2. waahhhh,,, terima kasih sudah menyempatkan baca blog saya :')
    salam kenal :)

    BalasHapus

Rabu, 20 Maret 2013

Bird

Di hari yang lalu, aku temukan kebebasan terkungkung dalam keterpengapan kamarku. Sayapnya yang terus terbang, tetapi ruang yang tak mengijinkan ia bebas. Terperangkap dibalik kaca jendela serta jeruji besi penghalang. Di luar sana kebebasan menantinya. Mengajaknya bermain - main bersama tiupan udara. Kebebasan termanggu melihat  sinar matahari terbenam, terbias diantara kerajaan para awan. Hingga kunci itu terbuka. Tabir itu tersingkap. Dan kebebasan kembali kepakkan sayapnya.

2 komentar:

  1. ah...saya suka blog dan tulisan-tulisan yang diposting di sini, sederhana tapi manis dan ada muatan filosofisnya. :)

    BalasHapus
  2. waahhhh,,, terima kasih sudah menyempatkan baca blog saya :')
    salam kenal :)

    BalasHapus