Selasa, 22 Januari 2013

In Mind

"Sesuatu yang tidak kita pahami, sekaligus menjadi hal yang akan paling kita pahami "

mengapa saya mengatakan demikian ? ada beberapa alasan yang membuat saya mengatakan hal tersebut.

pertama, ketika kita tidak memahami sesuatu, ketika kita menjadi manusia yang berpikir, menggunakan akal yang kita miliki, kita akan memikirkan sesuatu yang tidak kita pahami. semakin kita tidak paham, semakin pikiran akan liar. mencari jawaban, menganalisis, menelaah, dan mengambil kesimpulan diakhir setiap pemikiran yang kita lakukan. dan terkadang tanpa kita sadari, pertanyaan awal dengan kesimpulan yang kita buat akan saling bertemu. pemahaman akan tertanam kuat pada pikiran, karena dalam mendapatkan jawaban tersebut ada proses. proses ini menanamkan konsep yang akan tidak mudah dilupakan dan mengendap. tidak seperti doktrin yang dengan serta merta masuk ke dalam pikiran tanpa proses filter yang membuatnya menjadi ingatan dalam jangka pendek. karena itu ketika kita menganggap hal itu sulit, kita merasa tak pernah bisa memahaminya, jangan menyerah begitu saja. terus gunakan akal kita yang kompleks ini untuk memikirkannya. akal diciptakan untuk berpikir.

kedua, sesuatu yang dengan mudah kita pahami, terkadang kita remehkan dan abaikan. sehingga dengan mudah kita paham, dan tidak kalah mudahnya pula kita lupa. sedangkan sesuatu yang sulit kita pahami, akan menjadi sesuatu yang terus ingin kita pahami. sehingga kita dengan susah payah memahaminya, tetapi tidak mudah pula kita lupakan. kita kan terus berusaha mengingatnya karena kita menganggapnya berharga.

ini hanya pandangan dari saya. bisa saja suatu saat nanti saya menemukan sesuatu yang baru dalam pikiran. kebenaran di dunia ini, tak pernah ada yang mutlak. jadi, mari berpikir. paling tidak temukan sesuatu yang mendekati kebenaran. makin dekat kita dengan kebenaran, kita akan makin dekat dengan yang memiliki kebenaran mutlak itu, Allah SWT. Wallahu A'lam Bishshawaab. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selasa, 22 Januari 2013

In Mind

"Sesuatu yang tidak kita pahami, sekaligus menjadi hal yang akan paling kita pahami "

mengapa saya mengatakan demikian ? ada beberapa alasan yang membuat saya mengatakan hal tersebut.

pertama, ketika kita tidak memahami sesuatu, ketika kita menjadi manusia yang berpikir, menggunakan akal yang kita miliki, kita akan memikirkan sesuatu yang tidak kita pahami. semakin kita tidak paham, semakin pikiran akan liar. mencari jawaban, menganalisis, menelaah, dan mengambil kesimpulan diakhir setiap pemikiran yang kita lakukan. dan terkadang tanpa kita sadari, pertanyaan awal dengan kesimpulan yang kita buat akan saling bertemu. pemahaman akan tertanam kuat pada pikiran, karena dalam mendapatkan jawaban tersebut ada proses. proses ini menanamkan konsep yang akan tidak mudah dilupakan dan mengendap. tidak seperti doktrin yang dengan serta merta masuk ke dalam pikiran tanpa proses filter yang membuatnya menjadi ingatan dalam jangka pendek. karena itu ketika kita menganggap hal itu sulit, kita merasa tak pernah bisa memahaminya, jangan menyerah begitu saja. terus gunakan akal kita yang kompleks ini untuk memikirkannya. akal diciptakan untuk berpikir.

kedua, sesuatu yang dengan mudah kita pahami, terkadang kita remehkan dan abaikan. sehingga dengan mudah kita paham, dan tidak kalah mudahnya pula kita lupa. sedangkan sesuatu yang sulit kita pahami, akan menjadi sesuatu yang terus ingin kita pahami. sehingga kita dengan susah payah memahaminya, tetapi tidak mudah pula kita lupakan. kita kan terus berusaha mengingatnya karena kita menganggapnya berharga.

ini hanya pandangan dari saya. bisa saja suatu saat nanti saya menemukan sesuatu yang baru dalam pikiran. kebenaran di dunia ini, tak pernah ada yang mutlak. jadi, mari berpikir. paling tidak temukan sesuatu yang mendekati kebenaran. makin dekat kita dengan kebenaran, kita akan makin dekat dengan yang memiliki kebenaran mutlak itu, Allah SWT. Wallahu A'lam Bishshawaab. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar