Minggu, 09 Desember 2012

(Resensi Novel) The Hunger Games



Author        : Suzanne Collins
Publisher    : Gramedia
Year           : 2012

Amerika Utara hancur dan berdirilah Negara yang dinamakan Panem dengan pusat kotanya Capitol yang terdiri dari 12 distrik. Di distrik 12, tempat termiskin yang ditinggali oleh manusia, tinggallah seorang gadis 16 tahun, Katniss Everdeen. Hidupnya menjadi seorang pemburu untuk mencukupi kebutuhan perut keluarganya, seorang adik dan ibu. Sejak ayahnya meninggal karena ledakan ditambang, dia harus menjadi tulang punggung keluarganya. Bersama teman berburunya, Gale, setiap hari dia menghabiskan waktunya di hutan yang illegal untuk di masuki.

Untuk memperingati pemberontakan di masa lalu yang menghancurkan Amerika Utara, setiap tahun, Capitol mengadakan pemungutan untuk setiap distrik. Seorang gadis dan pemuda harus dikirimkan untuk mewakili distriknya mengikuti The Hunger Games, yang dijadikan sebuah perayaan di Capitol. The Hunger Games merupakan sebuah arena saling bunuh membunuh dari 24 peserta dari 12 distrik. Dan peserta yang dapat bertahan sampai akhir ketika semua peserta telah tewas akan menjadi pemenangnya. Ketika hari pemungutan tiba, Kardiss dan adik perempuannya, Prim, harus megikutinya, atau dianggap melakukan pemberontakan jika kabur dari acara tahunan itu. Kardiss berharap diantara ribuan nama itu bukan namanya yang akan keluar menjadi peserta Hunger Games.

Pada hari pemungutan, bukan namanya yang keluar menjadi peserta. Tetapi nama yang  tak pernah ia duga akan disebut dan  orang yang selama ini sangat disayanginya, adik perempuannya, Primrose Everdeen. Gadis 12 tahun yang manis, polos, dan takkan bisa bertahan dalam arena penuh pertumpahan darah itu. Saat itulah, Kardiss menahan langkah adiknya, dan berkorban mengajukan diri menjadi perwakilan untuk meggantikan. Kardiss mendapatkan penghormatan dari seluruh warga distrik 12 akan keberaniannya. Dan tanpa diduga – duga, teman sedistrik yang juga akan menjadi musuhnya di arena adalah orang yang tak pernah dilupakannya, Peeta Mellark. Lelaki yang  tak terlalu dikenalnya, bahkan bicara saja tidak, tetapi memiliki kenangan bersama yang takkan pernah Kardiss lupakan. Dan itu membuatnya berhutang pada Peeta.

The Hunger Games tahun ini akan menjadi arena yang takkan pernah terlupakan. Pertarungan untuk mempertahankan diri masing – masing tanpa memandang kawan maupun lawan. Tetapi ada yang berbeda dari The Hunger Games tahun ini, sejarah baru dalam medan perang tersebut. Kisah yang dramatis, menengangkan, penuh petualangan, romantika, diramu menjadi satu dalam The Hunger Games. 

komentar :
I recommended this book. from 1 to 5, i give 4 for this book. ceritanya bagus, gak bisa berhenti baca buku ini. novel ini merupakan buku pertama dari trilogi. jadi tunggu resensi berikutnya untuk buku kedua (kalo sempet bikin) hehe. ^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Minggu, 09 Desember 2012

(Resensi Novel) The Hunger Games

Reaksi: 


Author        : Suzanne Collins
Publisher    : Gramedia
Year           : 2012

Amerika Utara hancur dan berdirilah Negara yang dinamakan Panem dengan pusat kotanya Capitol yang terdiri dari 12 distrik. Di distrik 12, tempat termiskin yang ditinggali oleh manusia, tinggallah seorang gadis 16 tahun, Katniss Everdeen. Hidupnya menjadi seorang pemburu untuk mencukupi kebutuhan perut keluarganya, seorang adik dan ibu. Sejak ayahnya meninggal karena ledakan ditambang, dia harus menjadi tulang punggung keluarganya. Bersama teman berburunya, Gale, setiap hari dia menghabiskan waktunya di hutan yang illegal untuk di masuki.

Untuk memperingati pemberontakan di masa lalu yang menghancurkan Amerika Utara, setiap tahun, Capitol mengadakan pemungutan untuk setiap distrik. Seorang gadis dan pemuda harus dikirimkan untuk mewakili distriknya mengikuti The Hunger Games, yang dijadikan sebuah perayaan di Capitol. The Hunger Games merupakan sebuah arena saling bunuh membunuh dari 24 peserta dari 12 distrik. Dan peserta yang dapat bertahan sampai akhir ketika semua peserta telah tewas akan menjadi pemenangnya. Ketika hari pemungutan tiba, Kardiss dan adik perempuannya, Prim, harus megikutinya, atau dianggap melakukan pemberontakan jika kabur dari acara tahunan itu. Kardiss berharap diantara ribuan nama itu bukan namanya yang akan keluar menjadi peserta Hunger Games.

Pada hari pemungutan, bukan namanya yang keluar menjadi peserta. Tetapi nama yang  tak pernah ia duga akan disebut dan  orang yang selama ini sangat disayanginya, adik perempuannya, Primrose Everdeen. Gadis 12 tahun yang manis, polos, dan takkan bisa bertahan dalam arena penuh pertumpahan darah itu. Saat itulah, Kardiss menahan langkah adiknya, dan berkorban mengajukan diri menjadi perwakilan untuk meggantikan. Kardiss mendapatkan penghormatan dari seluruh warga distrik 12 akan keberaniannya. Dan tanpa diduga – duga, teman sedistrik yang juga akan menjadi musuhnya di arena adalah orang yang tak pernah dilupakannya, Peeta Mellark. Lelaki yang  tak terlalu dikenalnya, bahkan bicara saja tidak, tetapi memiliki kenangan bersama yang takkan pernah Kardiss lupakan. Dan itu membuatnya berhutang pada Peeta.

The Hunger Games tahun ini akan menjadi arena yang takkan pernah terlupakan. Pertarungan untuk mempertahankan diri masing – masing tanpa memandang kawan maupun lawan. Tetapi ada yang berbeda dari The Hunger Games tahun ini, sejarah baru dalam medan perang tersebut. Kisah yang dramatis, menengangkan, penuh petualangan, romantika, diramu menjadi satu dalam The Hunger Games. 

komentar :
I recommended this book. from 1 to 5, i give 4 for this book. ceritanya bagus, gak bisa berhenti baca buku ini. novel ini merupakan buku pertama dari trilogi. jadi tunggu resensi berikutnya untuk buku kedua (kalo sempet bikin) hehe. ^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar