Rabu, 14 November 2012

Wednesday, Learn More


hari ini pelajaran bahasa Indonesia di tempat les. Aku tahu pasti bakal menarik dan mengasyikkan. Dan benar saja, aku tak sekedar belajar bahasa Indonesia. Tetapi juga belajar sejarah, mulai sejarah bahasa, aksara, belajar kosakata, dan masih banyak lagi yang kami perbincangkan dengan tutor hari ini. Banyak hal yang ternyata belum aku ketahui dengan jelas. Ternyata ilmu dan informasi itu sungguh luas dan banyak. Apa saja yang kami bahas ? cari tahu bersama dalam tulisanku kali ini : )

Paragraf
Seperti biasa bahasa Indonesia tidak terlepas dari unsur paragraf. Dalam soal – soal bahasa Indonesia dari kita menduduki bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah paragraf tidak pernah ketinggalan keluar dalam soal ujian. Seperti biasa menentukan kalimat utama, ide pokok, gagasan utama, simpulan, dan lain sebagainya. Ada dua macam paragraf, deduktif dan induktif. Deduktif dengan pola umum ke khusus, sedangkan induktif, dari khusus menuju simpulan yang umum. Paragraf ini juga berhubungan dengan pola pikir seseorang. Orang IPA akan cenderung memiliki pola pikir induktktif. Dengan melihat beberapa fenomena – fenomena, pada akhirnya akan mengambil  sebuah kesimpulan. Sedangkan orang IPS akan cenderung deduktif. Gagasan yang bersifat makro akan dijabarkan menjadi begian yang lebih mikro. tapi tidak selamanya seperti itu. Tergantung dari pribadi masing – masing orang.

Belajar Menulis
jika ingin belajar menulis, dua jenis paragraph tersebut bisa menjadi patokan untuk menulis. Seperti artikel atau esai, pilih salah satu pola yang diinginkan. Jika deduktif, berikan pernyataan yang bersifat umum, sehingga kita dapat memperinci informasi dari kalimat utama tadi. Jika induktif, paparkan bukti, alasan, dan kalimat – kalimat khusus lainnya yang pada akhirnya akan ditarik kesimpulan. Jika ingin menulis narasi, usahakan buat plot dengan poin – poin yang jelas. Sehingga cerita dapat berjalan dengan apik dan tidak berbelit – belit. Lebih bagus lagi, jika di setiap paragraf kita dapat menentukan kosakata yang akan digunakan dalam cerita. Pemilihan kata sangat penting untuk memperindah bahasa penulisan.

Prosa Lama
Prosa lama identik dengan melayu klasik. Melayu klasik berkembang di semenanjung malaka, yaitu di gugusan pulau Sumatra dan negara yang sekarang adalah Malaysia. Sehingga kebudayaan melayu sangat berkembang di semenanjung malaka hingga pulau jawa. Dalam soal ujian biasanya terdapat soal berupa hikayat, yang juga merupakan bagian dari prosa lama. Kosakata yang digunakan merupakan kata – kata yang sekarang jarang sekali digunakan atau malah tidak pernah lagi. Dahulu, melayu klasik ini bukan menggunakan huruf latin, tetapi menggunakan huruf arab melayu. Mengapa demikian ? karena dulu daerah malaka merupakan pusat kebudayaan masuk dan keluar, salah satunya kebudayaan Islam yang membawa tulisan arab pula, sehingga terakulturasi tulisan arab dengan pelafalan melayu. Hal yang disayangkan adalah, teks asli dari sastra lama ini tidak dimiliki oleh Indonesia, tetapi malah dimiliki oleh Belanda yang memang cukup lama menjajah Indonesia. Saat belanda menjajah Indonesia, huruf arab melayu, dan aksara jawa telah ada. Bangsa belanda saat itulah yang membawa huruf latin yang sekarang kita gunakan. Sehingga nenek moyang kita dulu, yang semestinya sudah bisa membaca dan menulis dianggap buta huruf seluruhnya karena tak bisa membaca huruf latin. Merupakan sebuah penjajahan mental bagi bangsa Indonesia saat itu, dianggap bodoh dan terbelakang.

Kosakata
Sangat penting untuk kita memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Mirisnya, sekarang kebanyakan orang Indonesia tidak terlalu mengerti arti kosakata yang sehari – hari didengar. Asal menggunakan tanpa tahu maksudnya, hanya ikut – ikutan. Malah membuat kata – kata alay yang tak tahu dari mana muasalnya.  Setiap waktu kosakata bahasa Indonesia ini selalu berkembang, jadi jangan mengira kamus besar bahasa Indonesia itu akan selalu sama adanya. Tetapi setiap tahunnya pasti bertambah tebal. Kosakata ini dibutuhkan juga saat akan melakukan tes TPA, karena ada bagian dimana menguji kekayaan kosakata kita. Jika penulis ingin tulisannya tidak hambar dan berbobot kosakata yang tidak monoton juga sangat dibutuhkan.

SNMPTN 2013
Berita terakhir adalah kursi untuk undangan adalah 50 %, 30 % untuk tulis, dan 20 % untuk mandiri. Jangan berpikir bahwa ini akan menjadi lebih mudah dengan bertambahnya kursi untuk jalur undangan. Ini merupakan sebuah tantangan untuk semua yang ingin masuk perguruan tinggi tahun depan. Walaupun masih ada jalur tulis, medan perang yang sebenarnya untuk lulusan SMA tahun depan ada di jalur undangan. Mengapa demikian ? Karena menurut tutor saya, 30 % jalur tulis disiapkan pula untuk peserta yang tahun lalu gagal lulus ujian perguruan tinggi. Sehingga kita harus bersaing dengan kakak kelas kita dulu. Sehingga satu kursi akan diperebutkan banyak peserta. Jadi mulai sekarang harus pintar – pintar merencanakan jurusan yang akan dipilih. Meningkatkan nilai untuk semester 5. Mungkin yang dari semester 3 telah “insaf” mempersiapkan nilai rapor yang memuaskan, akan lebih mudah menembus jalur undangan. Tetapi kalau sadarnya baru sekarang, itu yang cukup berat. Jadi harus pintar – pintar melihat peluang. Tetapi jika berusaha pasti ada jalan : )

Nah, sekian postingan gado – gado yang saya buat. Sebenarnya yang ada dipikiran ini masih banyak yang belum tersampaikan. tapi postingan ini sudah cukup mewakilkan. Saya selalu tertarik akan bahasa Indonesia apalagi sejarah berkembangnya. Hehe. Jadi selalu cintai bahasa Indonesia ya. Masak bisa bahasa asing, bahasa indonesianya semrawut. Lebih bagus lagi bahasa sendiri bagus, bahasa asing juga mampu :D. semoga postingan kali ini mememberi manfaat untuk teman – teman ^^

2 komentar:

  1. salut wi ;) suka bacanya, pengembangannya ceritanya menarik :)

    BalasHapus
  2. wew, syukur deh enak dibaca :)
    aku kira bakal monoton -.-
    makasih, regina udah baca :D

    BalasHapus

Rabu, 14 November 2012

Wednesday, Learn More


hari ini pelajaran bahasa Indonesia di tempat les. Aku tahu pasti bakal menarik dan mengasyikkan. Dan benar saja, aku tak sekedar belajar bahasa Indonesia. Tetapi juga belajar sejarah, mulai sejarah bahasa, aksara, belajar kosakata, dan masih banyak lagi yang kami perbincangkan dengan tutor hari ini. Banyak hal yang ternyata belum aku ketahui dengan jelas. Ternyata ilmu dan informasi itu sungguh luas dan banyak. Apa saja yang kami bahas ? cari tahu bersama dalam tulisanku kali ini : )

Paragraf
Seperti biasa bahasa Indonesia tidak terlepas dari unsur paragraf. Dalam soal – soal bahasa Indonesia dari kita menduduki bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah paragraf tidak pernah ketinggalan keluar dalam soal ujian. Seperti biasa menentukan kalimat utama, ide pokok, gagasan utama, simpulan, dan lain sebagainya. Ada dua macam paragraf, deduktif dan induktif. Deduktif dengan pola umum ke khusus, sedangkan induktif, dari khusus menuju simpulan yang umum. Paragraf ini juga berhubungan dengan pola pikir seseorang. Orang IPA akan cenderung memiliki pola pikir induktktif. Dengan melihat beberapa fenomena – fenomena, pada akhirnya akan mengambil  sebuah kesimpulan. Sedangkan orang IPS akan cenderung deduktif. Gagasan yang bersifat makro akan dijabarkan menjadi begian yang lebih mikro. tapi tidak selamanya seperti itu. Tergantung dari pribadi masing – masing orang.

Belajar Menulis
jika ingin belajar menulis, dua jenis paragraph tersebut bisa menjadi patokan untuk menulis. Seperti artikel atau esai, pilih salah satu pola yang diinginkan. Jika deduktif, berikan pernyataan yang bersifat umum, sehingga kita dapat memperinci informasi dari kalimat utama tadi. Jika induktif, paparkan bukti, alasan, dan kalimat – kalimat khusus lainnya yang pada akhirnya akan ditarik kesimpulan. Jika ingin menulis narasi, usahakan buat plot dengan poin – poin yang jelas. Sehingga cerita dapat berjalan dengan apik dan tidak berbelit – belit. Lebih bagus lagi, jika di setiap paragraf kita dapat menentukan kosakata yang akan digunakan dalam cerita. Pemilihan kata sangat penting untuk memperindah bahasa penulisan.

Prosa Lama
Prosa lama identik dengan melayu klasik. Melayu klasik berkembang di semenanjung malaka, yaitu di gugusan pulau Sumatra dan negara yang sekarang adalah Malaysia. Sehingga kebudayaan melayu sangat berkembang di semenanjung malaka hingga pulau jawa. Dalam soal ujian biasanya terdapat soal berupa hikayat, yang juga merupakan bagian dari prosa lama. Kosakata yang digunakan merupakan kata – kata yang sekarang jarang sekali digunakan atau malah tidak pernah lagi. Dahulu, melayu klasik ini bukan menggunakan huruf latin, tetapi menggunakan huruf arab melayu. Mengapa demikian ? karena dulu daerah malaka merupakan pusat kebudayaan masuk dan keluar, salah satunya kebudayaan Islam yang membawa tulisan arab pula, sehingga terakulturasi tulisan arab dengan pelafalan melayu. Hal yang disayangkan adalah, teks asli dari sastra lama ini tidak dimiliki oleh Indonesia, tetapi malah dimiliki oleh Belanda yang memang cukup lama menjajah Indonesia. Saat belanda menjajah Indonesia, huruf arab melayu, dan aksara jawa telah ada. Bangsa belanda saat itulah yang membawa huruf latin yang sekarang kita gunakan. Sehingga nenek moyang kita dulu, yang semestinya sudah bisa membaca dan menulis dianggap buta huruf seluruhnya karena tak bisa membaca huruf latin. Merupakan sebuah penjajahan mental bagi bangsa Indonesia saat itu, dianggap bodoh dan terbelakang.

Kosakata
Sangat penting untuk kita memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Mirisnya, sekarang kebanyakan orang Indonesia tidak terlalu mengerti arti kosakata yang sehari – hari didengar. Asal menggunakan tanpa tahu maksudnya, hanya ikut – ikutan. Malah membuat kata – kata alay yang tak tahu dari mana muasalnya.  Setiap waktu kosakata bahasa Indonesia ini selalu berkembang, jadi jangan mengira kamus besar bahasa Indonesia itu akan selalu sama adanya. Tetapi setiap tahunnya pasti bertambah tebal. Kosakata ini dibutuhkan juga saat akan melakukan tes TPA, karena ada bagian dimana menguji kekayaan kosakata kita. Jika penulis ingin tulisannya tidak hambar dan berbobot kosakata yang tidak monoton juga sangat dibutuhkan.

SNMPTN 2013
Berita terakhir adalah kursi untuk undangan adalah 50 %, 30 % untuk tulis, dan 20 % untuk mandiri. Jangan berpikir bahwa ini akan menjadi lebih mudah dengan bertambahnya kursi untuk jalur undangan. Ini merupakan sebuah tantangan untuk semua yang ingin masuk perguruan tinggi tahun depan. Walaupun masih ada jalur tulis, medan perang yang sebenarnya untuk lulusan SMA tahun depan ada di jalur undangan. Mengapa demikian ? Karena menurut tutor saya, 30 % jalur tulis disiapkan pula untuk peserta yang tahun lalu gagal lulus ujian perguruan tinggi. Sehingga kita harus bersaing dengan kakak kelas kita dulu. Sehingga satu kursi akan diperebutkan banyak peserta. Jadi mulai sekarang harus pintar – pintar merencanakan jurusan yang akan dipilih. Meningkatkan nilai untuk semester 5. Mungkin yang dari semester 3 telah “insaf” mempersiapkan nilai rapor yang memuaskan, akan lebih mudah menembus jalur undangan. Tetapi kalau sadarnya baru sekarang, itu yang cukup berat. Jadi harus pintar – pintar melihat peluang. Tetapi jika berusaha pasti ada jalan : )

Nah, sekian postingan gado – gado yang saya buat. Sebenarnya yang ada dipikiran ini masih banyak yang belum tersampaikan. tapi postingan ini sudah cukup mewakilkan. Saya selalu tertarik akan bahasa Indonesia apalagi sejarah berkembangnya. Hehe. Jadi selalu cintai bahasa Indonesia ya. Masak bisa bahasa asing, bahasa indonesianya semrawut. Lebih bagus lagi bahasa sendiri bagus, bahasa asing juga mampu :D. semoga postingan kali ini mememberi manfaat untuk teman – teman ^^

2 komentar:

  1. salut wi ;) suka bacanya, pengembangannya ceritanya menarik :)

    BalasHapus
  2. wew, syukur deh enak dibaca :)
    aku kira bakal monoton -.-
    makasih, regina udah baca :D

    BalasHapus