Rabu, 07 November 2012

Dalam Diam

Kita terbelenggu dalam diam. Aku mau memulai, tapi tetap ditempat. Tak sedikitpun melangkah. Aku tak mau mengaku bahwa aku rindu. Kita terperangkap dalam rindu masing – masing, yang lama kelamaan membelit dan mulai mencekik. Menyiksa setiap malam yang kita habiskan, berjauhan, masih dalam langit yang sama. Kita dengan ego masing – masing, tak berani menyuarakan hati. Tetapi ini adalah sebuah proses, proses menjaga hati masing – masing. Kita hanya memberi isyarat – isyarat lewat kode – kode ciptaan kita. Takkan ada satupun yang akan paham. Kita menunggu waktu memberi kesempatan yang terbaik. Kita menunggu takdir yang berbicara. Kita akan selalu dalam diam. Tersenyum, tersiksa, menangis, dalam diam, dalam kesendirian. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 07 November 2012

Dalam Diam

Kita terbelenggu dalam diam. Aku mau memulai, tapi tetap ditempat. Tak sedikitpun melangkah. Aku tak mau mengaku bahwa aku rindu. Kita terperangkap dalam rindu masing – masing, yang lama kelamaan membelit dan mulai mencekik. Menyiksa setiap malam yang kita habiskan, berjauhan, masih dalam langit yang sama. Kita dengan ego masing – masing, tak berani menyuarakan hati. Tetapi ini adalah sebuah proses, proses menjaga hati masing – masing. Kita hanya memberi isyarat – isyarat lewat kode – kode ciptaan kita. Takkan ada satupun yang akan paham. Kita menunggu waktu memberi kesempatan yang terbaik. Kita menunggu takdir yang berbicara. Kita akan selalu dalam diam. Tersenyum, tersiksa, menangis, dalam diam, dalam kesendirian. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar