Selasa, 11 September 2012

Aku yang Berhati Dingin


Di dalam sini
Amat terasa dingin
Ada bongkahan es
Membeku bersama hati
Yang terlarut dalam aliran batin
Memengaruhi pemikiran naluri
Akulah yang berhati dingin
Memalingkan muka
Disaat perhatian mulai menuntut hak
Menundukkan kepala
Ketika emosi disana sedang meledak – ledak
Menutup telinga
Padahal disampingku sedang tumpahkan masalah
Hanya memikirkan perasaan diri
Akulah yang berhati dingin
Tak lelehkan air mata
Padahal suasana mengharu biru
Tak tertawa
Dalam suasana yang cerah ceria
Hanya memasang tampang papan
Seakan tak terjadi apa – apa
Aku sungguh berhati dingin
Adakah matahari yang masih  bersinar di hariku
Adakah nyala api yang menghangatkanku
Mencairkan bongkahan itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selasa, 11 September 2012

Aku yang Berhati Dingin


Di dalam sini
Amat terasa dingin
Ada bongkahan es
Membeku bersama hati
Yang terlarut dalam aliran batin
Memengaruhi pemikiran naluri
Akulah yang berhati dingin
Memalingkan muka
Disaat perhatian mulai menuntut hak
Menundukkan kepala
Ketika emosi disana sedang meledak – ledak
Menutup telinga
Padahal disampingku sedang tumpahkan masalah
Hanya memikirkan perasaan diri
Akulah yang berhati dingin
Tak lelehkan air mata
Padahal suasana mengharu biru
Tak tertawa
Dalam suasana yang cerah ceria
Hanya memasang tampang papan
Seakan tak terjadi apa – apa
Aku sungguh berhati dingin
Adakah matahari yang masih  bersinar di hariku
Adakah nyala api yang menghangatkanku
Mencairkan bongkahan itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar