Sabtu, 14 April 2012

Impian

Tak ada kata terlambat, jika kesempatan masih selalu datang. dan walaupun aku terlambat, sedikit, aku tetap bersyukur bisa membaca salah satu buku yang sangat menakjubkan. Laskar Pelangi. Buku Andrea Hirata ini sangat menginspirasi dan ceritanya mengalir apa adanya. Aku tak heran jika dia menjadikan buku ini peringkat satu buku yang pernah dia baca. Aku juga mungkin bisa menjadikannya peringkat pertama di daftar bacaannya. Sungguh cerita ini Laskar Pelangi begitu banyak memberi aku pencerahan dan inspirasi.

Tokoh favoritku adalah Ikal. Ikal hanyalah seorang anak biasa yang memiliki mimpi – mimpi yang luar biasa. Tak terlalu pintar dan kreatif, tetapi melihat dunia ini dengan begitu hidup. Mengapa aku menyukai tokoh ini ? karena aku merasa begitu mirip Ikal. Cita – citanya menjadi pemain bulutangkis dan penulis. Begitu juga aku. aku ingin selalu bisa bermain bulutangkis, walaupun tak mungkin bisa menjadi pemain bulu tangkis, ingin selalu memegang raket ditangan kananku, memukul shutlecock sepuas diriku, dan meloncat dengan tinggi memberi pukulan.

Dan satu lagi cita – citaku yang sangat ingin kucapai. Menjadi seorang penulis. Yang selalu menulis, mengalir seperti air, penuh inspirasi, memberi manfaat kepada orang lain, dan merubah hidupku dan orang sekitarku. Menjadikan menulis sebagai hal yang menyenangkan dan bagian dari hidup.

Mungkin dulu,diriku hanya membuat impian ini hanya sekedar mimpi –mimpi kosong, yang tak mungkin tercapai. Aku hanya bisa mengagumi penulis – penulis yang menulis buku – buku yang sarat akan makna itu. tetapi suatu hari, ayah pernah bilang kepadaku, bahwa dia berharap aku bisa menjadi penulis. Tidak sekedar hanya sebagai kutu buku yang tercenung diam, duduk manis dengan buku orang lain ditangan. Tetapi, menjadi seorang yang bisa mengambil pelajaran dari buku itu dan dapat menulis sendiri buku untuk diriku dan orang lain. Walaupun, beliau tidak terlalu serius, sejak itu aku seakan mendapat motivasi untuk menulis. Aku ingin mewujudkan mimpi beliau, aku ingin membuktikan kepada beliau bahwa aku juga ingin, aku juga bisa. Insya Allah.

Kita hanyalah manusia biasa. Kita hidup untuk bermimpi, kita bermimpi untuk mewujudkannya. Itulah hidup kita. usaha dan usaha. Setiap usaha pasti ada jalan. Allah pasti akan memberikan yang terbaik jika kita berusaha. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sabtu, 14 April 2012

Impian

Tak ada kata terlambat, jika kesempatan masih selalu datang. dan walaupun aku terlambat, sedikit, aku tetap bersyukur bisa membaca salah satu buku yang sangat menakjubkan. Laskar Pelangi. Buku Andrea Hirata ini sangat menginspirasi dan ceritanya mengalir apa adanya. Aku tak heran jika dia menjadikan buku ini peringkat satu buku yang pernah dia baca. Aku juga mungkin bisa menjadikannya peringkat pertama di daftar bacaannya. Sungguh cerita ini Laskar Pelangi begitu banyak memberi aku pencerahan dan inspirasi.

Tokoh favoritku adalah Ikal. Ikal hanyalah seorang anak biasa yang memiliki mimpi – mimpi yang luar biasa. Tak terlalu pintar dan kreatif, tetapi melihat dunia ini dengan begitu hidup. Mengapa aku menyukai tokoh ini ? karena aku merasa begitu mirip Ikal. Cita – citanya menjadi pemain bulutangkis dan penulis. Begitu juga aku. aku ingin selalu bisa bermain bulutangkis, walaupun tak mungkin bisa menjadi pemain bulu tangkis, ingin selalu memegang raket ditangan kananku, memukul shutlecock sepuas diriku, dan meloncat dengan tinggi memberi pukulan.

Dan satu lagi cita – citaku yang sangat ingin kucapai. Menjadi seorang penulis. Yang selalu menulis, mengalir seperti air, penuh inspirasi, memberi manfaat kepada orang lain, dan merubah hidupku dan orang sekitarku. Menjadikan menulis sebagai hal yang menyenangkan dan bagian dari hidup.

Mungkin dulu,diriku hanya membuat impian ini hanya sekedar mimpi –mimpi kosong, yang tak mungkin tercapai. Aku hanya bisa mengagumi penulis – penulis yang menulis buku – buku yang sarat akan makna itu. tetapi suatu hari, ayah pernah bilang kepadaku, bahwa dia berharap aku bisa menjadi penulis. Tidak sekedar hanya sebagai kutu buku yang tercenung diam, duduk manis dengan buku orang lain ditangan. Tetapi, menjadi seorang yang bisa mengambil pelajaran dari buku itu dan dapat menulis sendiri buku untuk diriku dan orang lain. Walaupun, beliau tidak terlalu serius, sejak itu aku seakan mendapat motivasi untuk menulis. Aku ingin mewujudkan mimpi beliau, aku ingin membuktikan kepada beliau bahwa aku juga ingin, aku juga bisa. Insya Allah.

Kita hanyalah manusia biasa. Kita hidup untuk bermimpi, kita bermimpi untuk mewujudkannya. Itulah hidup kita. usaha dan usaha. Setiap usaha pasti ada jalan. Allah pasti akan memberikan yang terbaik jika kita berusaha. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar