Jumat, 30 Maret 2012

(Resensi Buku) Brisingr


Eragon dan Saphira selamat dari pertarungan di Dataran Membara. Murtagh dan Thorn, naganya melepaskan Eragon dan meninggalkan Dataran Membara. Eragon masih tak percaya bahwa Murtagh dan dirinya merupakan saudara, dan ayahnya merupakan salah satu kaum Terkutuk, yaitu Morzan. Tetapi, Eragon segera menepis kesedihannya dan menepati janjinya kepada saudaranya, Roran yang berhasilmencapai Surda bersama rakyat Carvahall. Eragon berjanji akan membantu roran menyelamatkan Katrina, tunangannya yang dibawa oleh Ra’zac. Bersama Saphira, mereka terbang ke Helgrind tempat sarang Ra’zac berada. Mereka berhasil bertemu Ra’zac dan tidak bisa menghindari pertarungan. Dengan kekuatan mereka, bersama – sama memerangi Ra’zac hingga berhasil membunuh salah satunya dan berhasil membebaskan Katrina dari kunkungan para Ra’zac.


Setelah berhasil membebaska Katrina, mereka hendak pergi secepatnya dari Helgrind sebelum Kekaisaran mengetahui keberadaan mereka. Tetapi, ada masalah yang harus Eragon selesaikan sendiri. Eragon menemukan Sloan, ayah Katrina dalam sarang Ra’ zac tersebut dan ingin mengurusinya agar Katrina da Roran tidak mengetahuinya. Demi kebaikan mereka Eragon bersikeras agar tetap tinggal. Akhirnya dengan berat hati Saphira meninggalkan Helgrind terlebih dahulu kembali ke kaum Varden. Setelah Eragon sendiri, Eragon menetapkan hukuman yang pantas bagi Sloan yang telah menghianati rakyat Carvahall karena bekerja sama dengan Ra’zac. Setelah memikirkannya, Eragon memutuskan mengirim Sloan ke Du Weldenvarden dengan harapan Sloan akan berubah. Dengan memberinya mantra kepada Sloan, Sloan pergi ke Du Weldenvarden sendirian karena telah terlindung oleh mantra Eragon dan Sloan tidak akan pernah dapat melihat Katrina lagi.


Setelah itu, Eragon kembali ke kaum Varden. Eragon harus menghindari orang – orang Kekaisaran yang telah berkeliaran dimana – mana. Ditengah perjalanannya, yang memakan berhari – hari lamanya, dia bertemu Aryayang sedang mencari dirinya. Merekapun kembali ke Varden bersama. Sesampainya di bangsa Varden, Nasuada, pemimpin bangsa Varden, menuntut Eragon untuk menjelaskan apa yang terjadi. Eragon menjelaskannya dan Nasuadapun dapat menerimanya. Eragon bisa beristirahat beberapa hari sebelum kembali berjuang. Dengan adanya waktu itu, Eragon berniat menghilangkan kutukannya di Elva, mencari pedang baru baginya, dan banyak hal lain yang ingin dilakukannya. Disaat itu pula, tanpa diduga kaum Urgal menawarkan kerjasamanya untuk melawan Galbatorix. Nasuadapun menyetujuinya dengan beberapa persyaratan. Walaupun begitu tidak sedikit bangsa Varden yang keberatan.


Eragon tidak bisa menghindari pertarungannya kembali dengan Murtagh ketika akan dilangsungkannya pernikahan Roran dan Katrina. Murtagh semakin kuat dengan tidak wajar. Galbatorix telah memberikan kekuatan pada Murtagh yang tidak dketahui oleh Eragon bagaimana caranya. Karena keberuntungannya, dan keahlian Saphira yang lebih berpengalaman daripada Thorn, Murtagh berhasil diusir. Walaupun Varden masih dalam keadaan pasca perang, pernikahan Roran tetap dlangsungkan, dengan Eragon sebagai yang menikahkannya.


Setelah itu, Roran harus memenuhi segala tugas yang diberikan oleh Nasuada. Nasuada mulai memperhitungkan kepemimpinan Roran di medan perang dengan memberi tugas – tugas padanya. Roran harus belajar dari para panglima – panglima yang lebih berpengalaman dalam memerangi kekaisaran. Dalam tugas – tugasnya Roran mengalamin banyak keberhasilan, tetapi juga kegagalan dan kendala. Setelah melihat kinerjanya, Nasuadapun memberikan tugas sebagai pemimpin padanya.


Eragon juga tetap berjuang untuk bisa mengalahkan Galbatorix. Nasuada memberi tugas Eragon agar pergi ke Farthen Dur untuk mendatangi pertemuan antar klan untuk memilih pemimpin kurcaci yang baru. Eragon mendukung Orik yang berpihak pada Varden, agar bangsa kurcaci juga dapat bekerjasama memerangi kekaisaran. Eragon harus pergi tanpa Saphira agar mata – mata Galbatorix mengira Eragon masih ada ditengah – tengah kaum Varden. Setelah itu, Eragon meminta Nasuada untuk memenuhi permintaannya, yaitu memberinya waktu kembali ke Ellesmera untuk berkonsultasi dengan gurunya yang tidak bisa disebutnya, yaitu Oromis setelah tugas itu selesai. Nasuada menyanggupinya dengan berat hati karena keadaan yang sangat mendesak saat itu.


Setelah Orik berhasil menjadi Raja. Eragon dan Saphira, yang menyusul Eragon ke Farthen Dur pergi ke Ellesmera dan menemui Oromis. Disana Eragon mendapatkan segala pertanyaan yang selama ini tak terjawab dan banyak hal- hal yang sangat mengejutkannya. Di tempat para Elf itu pula, dia mendapatkan pedang penunggangnya, Brisingr. Setelah segalanya dirasa cukup, dia kembali ke Varden untuk bersama – sama berjuang dengan membawa harapan dan sesuatu yang sangat berharga.

sumpah buku ini keren banget. aku gak bisa berhenti baca setelah terhanyut dalam perang -perang yang terjadi di dunia para penunggang. diakhir buku bahkan ceritanya mengharukan. pokoknya bagus banget. gak sabar baca buku keempatnya, tapi sayangnya belum terbit :(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumat, 30 Maret 2012

(Resensi Buku) Brisingr


Eragon dan Saphira selamat dari pertarungan di Dataran Membara. Murtagh dan Thorn, naganya melepaskan Eragon dan meninggalkan Dataran Membara. Eragon masih tak percaya bahwa Murtagh dan dirinya merupakan saudara, dan ayahnya merupakan salah satu kaum Terkutuk, yaitu Morzan. Tetapi, Eragon segera menepis kesedihannya dan menepati janjinya kepada saudaranya, Roran yang berhasilmencapai Surda bersama rakyat Carvahall. Eragon berjanji akan membantu roran menyelamatkan Katrina, tunangannya yang dibawa oleh Ra’zac. Bersama Saphira, mereka terbang ke Helgrind tempat sarang Ra’zac berada. Mereka berhasil bertemu Ra’zac dan tidak bisa menghindari pertarungan. Dengan kekuatan mereka, bersama – sama memerangi Ra’zac hingga berhasil membunuh salah satunya dan berhasil membebaskan Katrina dari kunkungan para Ra’zac.


Setelah berhasil membebaska Katrina, mereka hendak pergi secepatnya dari Helgrind sebelum Kekaisaran mengetahui keberadaan mereka. Tetapi, ada masalah yang harus Eragon selesaikan sendiri. Eragon menemukan Sloan, ayah Katrina dalam sarang Ra’ zac tersebut dan ingin mengurusinya agar Katrina da Roran tidak mengetahuinya. Demi kebaikan mereka Eragon bersikeras agar tetap tinggal. Akhirnya dengan berat hati Saphira meninggalkan Helgrind terlebih dahulu kembali ke kaum Varden. Setelah Eragon sendiri, Eragon menetapkan hukuman yang pantas bagi Sloan yang telah menghianati rakyat Carvahall karena bekerja sama dengan Ra’zac. Setelah memikirkannya, Eragon memutuskan mengirim Sloan ke Du Weldenvarden dengan harapan Sloan akan berubah. Dengan memberinya mantra kepada Sloan, Sloan pergi ke Du Weldenvarden sendirian karena telah terlindung oleh mantra Eragon dan Sloan tidak akan pernah dapat melihat Katrina lagi.


Setelah itu, Eragon kembali ke kaum Varden. Eragon harus menghindari orang – orang Kekaisaran yang telah berkeliaran dimana – mana. Ditengah perjalanannya, yang memakan berhari – hari lamanya, dia bertemu Aryayang sedang mencari dirinya. Merekapun kembali ke Varden bersama. Sesampainya di bangsa Varden, Nasuada, pemimpin bangsa Varden, menuntut Eragon untuk menjelaskan apa yang terjadi. Eragon menjelaskannya dan Nasuadapun dapat menerimanya. Eragon bisa beristirahat beberapa hari sebelum kembali berjuang. Dengan adanya waktu itu, Eragon berniat menghilangkan kutukannya di Elva, mencari pedang baru baginya, dan banyak hal lain yang ingin dilakukannya. Disaat itu pula, tanpa diduga kaum Urgal menawarkan kerjasamanya untuk melawan Galbatorix. Nasuadapun menyetujuinya dengan beberapa persyaratan. Walaupun begitu tidak sedikit bangsa Varden yang keberatan.


Eragon tidak bisa menghindari pertarungannya kembali dengan Murtagh ketika akan dilangsungkannya pernikahan Roran dan Katrina. Murtagh semakin kuat dengan tidak wajar. Galbatorix telah memberikan kekuatan pada Murtagh yang tidak dketahui oleh Eragon bagaimana caranya. Karena keberuntungannya, dan keahlian Saphira yang lebih berpengalaman daripada Thorn, Murtagh berhasil diusir. Walaupun Varden masih dalam keadaan pasca perang, pernikahan Roran tetap dlangsungkan, dengan Eragon sebagai yang menikahkannya.


Setelah itu, Roran harus memenuhi segala tugas yang diberikan oleh Nasuada. Nasuada mulai memperhitungkan kepemimpinan Roran di medan perang dengan memberi tugas – tugas padanya. Roran harus belajar dari para panglima – panglima yang lebih berpengalaman dalam memerangi kekaisaran. Dalam tugas – tugasnya Roran mengalamin banyak keberhasilan, tetapi juga kegagalan dan kendala. Setelah melihat kinerjanya, Nasuadapun memberikan tugas sebagai pemimpin padanya.


Eragon juga tetap berjuang untuk bisa mengalahkan Galbatorix. Nasuada memberi tugas Eragon agar pergi ke Farthen Dur untuk mendatangi pertemuan antar klan untuk memilih pemimpin kurcaci yang baru. Eragon mendukung Orik yang berpihak pada Varden, agar bangsa kurcaci juga dapat bekerjasama memerangi kekaisaran. Eragon harus pergi tanpa Saphira agar mata – mata Galbatorix mengira Eragon masih ada ditengah – tengah kaum Varden. Setelah itu, Eragon meminta Nasuada untuk memenuhi permintaannya, yaitu memberinya waktu kembali ke Ellesmera untuk berkonsultasi dengan gurunya yang tidak bisa disebutnya, yaitu Oromis setelah tugas itu selesai. Nasuada menyanggupinya dengan berat hati karena keadaan yang sangat mendesak saat itu.


Setelah Orik berhasil menjadi Raja. Eragon dan Saphira, yang menyusul Eragon ke Farthen Dur pergi ke Ellesmera dan menemui Oromis. Disana Eragon mendapatkan segala pertanyaan yang selama ini tak terjawab dan banyak hal- hal yang sangat mengejutkannya. Di tempat para Elf itu pula, dia mendapatkan pedang penunggangnya, Brisingr. Setelah segalanya dirasa cukup, dia kembali ke Varden untuk bersama – sama berjuang dengan membawa harapan dan sesuatu yang sangat berharga.

sumpah buku ini keren banget. aku gak bisa berhenti baca setelah terhanyut dalam perang -perang yang terjadi di dunia para penunggang. diakhir buku bahkan ceritanya mengharukan. pokoknya bagus banget. gak sabar baca buku keempatnya, tapi sayangnya belum terbit :(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar