Selasa, 21 Februari 2012

Tak Semestinya

Sepertinya lukaku semakin parah

kembali terasa sakit seperti dulu

Mengiris – iris hati hingga rasanya pilu

Aku tak tau sebenarnya apa yang membuatku seperti ini

Hanya melihat namamu saja rasanya sudah membuat jantung meledak

Mulut diam seribu bahasa

Pikiran kosong tak berdaya

Hanya bisa mengagumi semua yang ada didepan mata

Aku mengakui ini memang tak benar

Benar – benar salah

Tak seharusnya hatiku seperti ini

Karena hati hanyalah milik Sang Pencipta

Sang Penguasa hati manusia

Hanya Dialah yang membolak – balikan hati manusia

Tak pantas diriku untuk merasa seperti ini karena dirimu

Dan tak pantas pula dirimu membuatku seperti ini

Ya, Tuhan

Mohon ampunilah hambamu ini

Seorang hamba yang memiliki hati yang rapuh

Dan masih sering melupakanMu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selasa, 21 Februari 2012

Tak Semestinya

Sepertinya lukaku semakin parah

kembali terasa sakit seperti dulu

Mengiris – iris hati hingga rasanya pilu

Aku tak tau sebenarnya apa yang membuatku seperti ini

Hanya melihat namamu saja rasanya sudah membuat jantung meledak

Mulut diam seribu bahasa

Pikiran kosong tak berdaya

Hanya bisa mengagumi semua yang ada didepan mata

Aku mengakui ini memang tak benar

Benar – benar salah

Tak seharusnya hatiku seperti ini

Karena hati hanyalah milik Sang Pencipta

Sang Penguasa hati manusia

Hanya Dialah yang membolak – balikan hati manusia

Tak pantas diriku untuk merasa seperti ini karena dirimu

Dan tak pantas pula dirimu membuatku seperti ini

Ya, Tuhan

Mohon ampunilah hambamu ini

Seorang hamba yang memiliki hati yang rapuh

Dan masih sering melupakanMu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar